Bawaslu Pangandaran Temukan PPDP Nakal

97
0
Gaga Abdillah Komisioner Bawaslu Kabupaten Pangandaran
Gaga Abdillah Komisioner Bawaslu Kabupaten Pangandaran

PANGANDARAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran mendapat dugaan temuan pelanggaran administrasi dalam Pencocokan dan Penelitian (Coklit) Daftar Pemilih.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Pangandaran Gaga Abdillah mengatakan pelanggaran tersebut dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di Kecamatan Parigi. Pencoklitan tidak dilakukan secara door to door.

“Mereka membuat surat undangan pencoklitan di grup WhatsApp, proses pencoklitan kemudian dilakukan di depan sebuah warung sembako,” kata Gaga Abdillah Rabu (12/8).

Menurutnya, yang dicoklit itu merupakan warga Perumahan Budi Asih Parigi. Saat pencoklitan, warga diharuskan membawa KTP dan KK. “Jelas ini tidak sesuai dengan perundang-undangan,” kata Gaga.

Baca juga : RSUD Pandega Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan

Mengetahui hal itu, pihak Bawaslu langsung memanggil Ketua PPS dan tiga orang PPDP untuk dimintai keterangan. “Kita lakukan proses kajian terhadap pelanggaran ini. Kalau terbukti paling dikenakan sanksi administrasi,” jelasnya.

Sanksi itu mengacu kepada Peraturan KPU 19 tahun 2020 pasal 11 ayat 8 di mana disebutkan bahwa PPDP memberikan tanda bukti terdaftar kepada pemilih dengan menggunakan formulir model A.A.1 KWK.

“Mereka seharusnya memberikan tanda bukti terdaftar kepada pemilih dengan menggunakan formulir model A.A 2 KWK,” ucapnya.

Kata dia, Bawaslu merekomendasikan untuk melaksanakan kembali coklit ulang di kawasan itu. “Harus dilakukan lagi kalau dugaan pelanggaran ini terbukti,” jelasnya. Sementara itu dari pihak KPU Kabupaten Pangandaran belum ada yang bisa dimintai keterangan. (den)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.