Bawaslu Pangandaran Terima Laporan Dugaan Money Politik

165
0
BERBINCANG. Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran Iwan Yudiawan (kanan) saat rapat dengan Pjs Bupati Pangandaran Dani Ramdan (kiri), kemarin.
BERBINCANG. Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran Iwan Yudiawan (kanan) saat rapat dengan Pjs Bupati Pangandaran Dani Ramdan (kiri), kemarin.
Loading...

PANGANDARAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran menerima laporan dugaan praktik money politic atau politik uang di Pilkada Pangandaran 2020.
Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaram Iwan Yudiawan membenarkan adanya laporan tersebut. “Ya laporan sudah diterima pada Kamis (3/12) kemarin,” katanya saat dihubungi, Jumat (4/12).

Pihaknya akan melakukan pengkajian terhadap laporan tersebut, termasuk pengumpulan bukti baik secara formil maupun materil. “Kita lihat apakah laporan ini memenuhi secara materil dan formil,” ujarnya.

Iwan mengatakan jika memenuhi, maka kasus ini bisa naik ke Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu). “Nanti akan dilihat, apakah memenuhi unsur atau tidak,” jelasnya.

Kata dia, laporan dugaan money politic ini baru yang pertama kali mereka terima. Untuk lokasi dugaan praktik money politic itu, kata dia, di Kecamatan Kalipucang. “Belum bisa dijelaskan dari pasangan mana-mananya,” ungkapnya.

Baca juga : Lembaga Survei untuk Pilkada Pangandaran Wajib Daftar ke KPU

Loading...

Pelapor dugaan politik uang tersebut, Erik Ekstrada, warga Desa Pamotan Kecamatan Kalipucang angkat bicara soal dugaan politik uang yang dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran.

Ia mengatakan dugaan politik uang itu terjadi pada 29 dan 30 November. Kejadiannya, kata ia, pada malam hari di dua lokasi yang berbeda yakni di Dusun Ciawitali dan Dusun Pamotan Desa Pamotan Kecamatan Kalipucang. “Ada di dua titik berbeda,” katanya.

Erik mengakui jika dirinya tidak mengikuti acara tersebut secara langsung. “Katanya ada acara silaturahmi. Kemudian setelah bubar acara, semua warga yang hadir diberi amplop berisi uang Rp 52 ribu, nah kawan yang ikut acara itu memberi tahu kepada saya,” beber dia.

Atas dasar itu Erik menduga pemberian uang tersebut berkaitan dengan politik, sehingga dirinya berinisiatif untuk melaporkan ke Bawaslu. “Mendengar cerita teman dan melihat amplop yang berisi uang, akhirnya saya melaporkannya ke Bawaslu,” ucapnya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.