Bawaslu Selidiki Dugaan Money Politics

30
Uce Kurniawan

CIAMIS – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ciamis tengah mendalami kasus dugaan money politics di Dusun Ancol Desa/Kecamatan Sindangkasih. Saat ini, Bawaslu tengah mengumpulkan bukti-bukti dan meminta keterangan dari para saksi.

Ketua Bawaslu Kabupaten Ciamis Uce Kurniawan menyatakan, pihaknya menerima laporan dari Panwascam Sindangkasih pada Senin (15/4) pagi tentang kasus dugaan money politics yang dilakukan oleh tim sukses (timses) salah seorang anggota legislatif. Temuan tersebut berdasarkan laporan warga pada Minggu (14/4) malam.

Bawaslu sudah mengamankan dua orang yang diduga sebagai pelaku. Namun, pihaknya belum bisa membuka identitas yang bersangkutan. Yang jelas mereka berdua mengaku bukan warga Ciamis melainkan asal Kalimantan. “Kita juga amankan uang Rp 25 ribu. Mengenai jumlahnya lagi diperiksa dan didalami,” kata Uce kepada wartawan di Polres Ciamis kemarin siang.

Uce menerangkan, berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, money politics masuk ke ranah pidana. Pada Pasal 532 ayat (2) disebutkan bahwa setiap pelaksana, peserta, dan/atau tim kampanye pemilu yang dengan sengaja pada masa tenang menjanjikan atau memberikan imbalan uang atau materi lainnya kepada pemilih secara langsung atau pun tidak langsung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278 Ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama empat tahun dan denda paling banyak Rp 48 juta. “Kita tetap akan mendalami dulu laporan tersebut dan menempuh tahapan-tahapan serta rapat pleno. Hasilnya menjadi dasar untuk dilanjutkan ke Sentra Gakkumdu,” kata dia.

Dia meminta masyarakat apabila menemukan praktik politik uang segera lapor ke Bawaslu. Bawaslu juga terus melakukan patroli selama 24 jam untuk mencegah politik uang. (isr)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.