Bawaslu Provinsi Jawa Barat Temukan Potensi Kekurangan Surat Suara

95
0
PEMAPARAN. Ketua dan komisioner Bawaslu Jawa Barat saat konfrensi pers di Hotel Harmoni Senin dini hari (18/3). Yana Taryana / Rakyat Garut
Loading...

TAROGONG KALER – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat menemukan potensi kekurangan logistik, khususnya surat suara di empat kategori. Diantaranya surat suara pemilihan presiden dan wakil presiden (PPWP), DPD RI, DPR RI dan DPRD Provinsi.

“Cara perhitungan KPU (Komisi Pemilihan Umum) dengan Bawaslu terkait penambahan dua persen surat suara ini berbeda, sehingga akan diprediksi akan ada kekurangan,” ujar Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jawa Barat Zaky Hilmi saat konferensi pers di Hotel Harmoni Senin dini hari (18/3).

Menurut dia, Bawaslu dalam penghitungan kebutuhan surat suara ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 dan PKPU Nomor 3 tahun 2019. Dimana jumlah DPT per tempat pemungutan suara (TPS) ditambah dua persen suara tambahan.

Berbeda dengan penghitungan yang dilakukan KPU. Dimana dalam menghitung kebutuhan surat suara, jumlah DPT keseluruhan ditambah dua persen surat suara tambahan. “Perbedaan hitung itu menyebabkan selisih jumlah surat suara yang diperlukan,” terangnya.

Seperti contoh, untuk surat suara Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (PPWP) serta DPD RI. Dalan penghitungan KPU itu harus ada 33.752.277 surat suara. Tetapi berdasakan penghitungan Bawaslu surat suara harus ada di angka 33.967.859. “Perbedaan perhitungan itu karena KPU berbasis ke daerah pemilihan. Tapi kami melihat berbasis TPS. Sesuai perundang-undangan itu hitungannya dua persen per TPS,” katanya.

Loading...

Selain perbedaan penghitungan, potensi kekurangan surat suara di Jawa Barat akibat sortir lipat serta kerusakan dari pabrikasi atau percetakan. “Kerusakan di percetakan jauh lebih besar dibanding saat sortir lipat. Kerusakannya seperti ada cipratan tinta, bolong saat proses pencetakan, hingga hasil tak sempurna,” terangnya.

Hingga 18 Maret, kata dia, data kerusakan surat suara di Jawa Barat untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (PPWP) mencapai 25.915, DPD 20.672, DPR 43.801, DPRD Provinsi 46.542 dan DPRD kabupaten/kota sebanyak 20.277. “Jumlahnya bisa terus bertambah karena proses sortir lipat masih berlangsung,” ucapnya.

Dia menerangkan saat ini baru 12 kabupaten/kota yang sudah menerima surat suara secara lengkap. Sedangkan sisanya sebanyak 15 kabupaten/kota belum lengkap surat suaranya. Ke 15 daerah itu yakni Kabupaten Bandung, Garut, Kuningan, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Karawang, Kabupaten Bekasi, Bandung Barat, Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bekasi, Kota Depok dan Kota Cimahi.

Ketua Bawaslu Jawa Barat Abdullah Dahlan mengatakan potensi kekurangan surat suara harus segera diantisipasi oleh KPU Jawa Barat. Apalagi, Jawa Barat merupakan wilayah dengan pemilih terbanyak, yakni sebesar 33 juta lebih. “Surat suara ini merupakan perlengkapan logistik utama yang harus diperhatikan,” terangnya.

Dia mengaku akan terus memantau seluruh persiapan KPU dalam memenuhi seluruh kebutuhan logistik untuk pelaksanaan Pemilu pada 17 April mendatang. “Sekarang waktunya tinggal sebentar lagi, KPU harus secepatnya memenuhi kebutuhan seluruh logistiknya,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.