Bayar Utang Warga ke Rentenir, Pemkab Garut Dianggap Gagal

153
0
Hasanuddin Aktivis Prodem Garut

TAROGONG KIDUL –  Jaringan Pro Demokrasi (Prodem) Kabupaten Garut melihat kebijakan Pemkab Garut melunasi utang warga ke rentenir atau bank emok adalah sebagai bukti kegagalan menetapkan prioritas program penanganan Covid-19.

“Harusnya dana Rp 10 miliar bisa digunakan untuk APD tenaga medis mulai dari rumah sakit hingga Puskesmas, katanya kekurangan APD sampai minta sumbangan ke masyarakat,” kata aktivis Prodem Garut, Hasanuddin,  saat dihubungi lewat telepon genggamnya, Sabtu (11/4).

Baca juga : 4 Warga dari Selaawi, Tarogong Kaler, Cibalong & Cikajang Garut Positif Corona

Hasanuddin melihat kebijakan melunasi utang warga di bank emok ini, tidak lebih sebagai kebijakan pupolis yang salah kaprah. Justru, harusnya pemerintah daerah membuat kebijakan penundaan pembayaran dan jika rentenir itu tetap menagih dengan bunganya, maka dapat dianggap sebagai kegiatan menganggu ketertiban masyarakat yang tengah melakukan isolasi mandiri. “Harusnya ditindak jika tetap menagih. Bukan malah dibantu pelunasan,” terangnya.

Hasanuddin mengakui saat ini memang ada banyak masyarakat yang terkena dampak non medis akibat kebijakan diam di rumah. Jika pun pemerintah ingin membuat program untuk mereka, harusnya selesaikan dahulu kebutuhan-kebutuhan medis yang jadi prioritas.

“Kebijakan ini sama saja halnya dengan melegitimasi keberadaan bank emok. Kebijakan ini juga teknisnya sulit dilaksanakan terutama soal dana pinjaman, kemungkinan besar akan terjadi diskriminasi,” terangnya.

Sebelumnya,  Pemerintah Kabupaten Garut berencana akan membayar utang-utang masyarakat di rentenir atau biasa dikenal “Bank Emok”. Pembayaran utang ini sebagai bagian dari program penanggulangan dampak Covid-19 yang dilakukan Pemkab Garut.

“Di tengah pandemi corona ini, banyak warga yang kesulitan membayar pinjaman ke bank emok (rentenir). Sekarang kita akan bantu melunasi,” ujar Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman kepada wartawan, Rabu (8/4).

Baca juga : Pemkab Garut Siapkan 10 M Lunasi Utang Warga ke Rentenir

Menurut Helmi, bantuan pelunasan utang ke rentenir ini dilakukan untuk mengurangi beban masyarakat. Karena jika pinjaman tersebut dibiarkan tidak dibayar, bunganya akan semakin tinggi dan akan membebani masyarakat.

“Bunganya biasanya mencekik. Bisa lebih dari empat persen. Kami harap jangan pinjam lagi karena bank emok itu ilegal. Jadi setelah dilunasi, jangan sampai pinjam kembali,” ucapnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.