Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.4%

0.9%

60.9%

2.3%

0.2%

4.4%

19.5%

11.3%

0%

0.1%

0%

0%
Ibu dan Ayah Aisha Syok dan Pingsan

Bayi di Banjar Meninggal Diduga karena DBD

104
0
SALAT JENAZAH. Kerabat Aisha Safa Loverina (21 bulan) melaksanakan salat jenazah di rumah orang tuanya di Kelurahan Pataruman Kota Banjar Sabtu (11/1). Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
SALAT JENAZAH. Kerabat Aisha Safa Loverina (21 bulan) melaksanakan salat jenazah di rumah orang tuanya di Kelurahan Pataruman Kota Banjar Sabtu (11/1). Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya

BANJAR – Seorang bayi berusia 21 bulan Aisha Safa Loverina meninggal dunia Sabtu (11/1) pukul 16.45. Keluarga menduga, balita tersebut meninggal akibat penyakit demam berdarah. Sebelumnya, Aisha menjalani perawatan intensif di Ruang Melati Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Banjar.

Aisha merupakan anak dari Indra Jaya dan Tini Supartini. Keluarga ini tinggal di Lingkungan Lembur Balong RT 03 RW 05 Kelurahan / Kecamatan Pataruman Kota Banjar.

Nenek korban, Didah mengatakan bahwa cucunya meninggal dunia diduga akibat DBD. Aisha baru dirawat di rumah sakit dua hari. Dia masuk RSUD Jumat dini hari, karena kondisinya sudah ngedrop.

“Iya katanya DBD, karena kondisi cucu saya ngedrop. Awalnya panas biasa, setelah itu panas lagi tinggi, lalu dibawa berobat ke puskesmas dan klinik umum tapi belum sembuh. Jumat subuh dibawa ke rumah sakit,” ujarnya di rumah duka tadi malam.

Aisha, kata dia, hampir seminggu mengalami panas. Karena dianggap panas biasa, sehingga keluarga tidak memeriksakannya ke rumah sakit. Aisha hanya dibawa ke puskesmas dan dokter klinik saja.

Baca : Dinkes Kota Banjar Selidiki Lingkungan Rumah Korban DBD

“Mau gimana lagi, mungkin sudah takdirnya, cucu saya dipanggil sama yang maha kuasa,” tuturnya sambil mengusap air mata.

Kerabat orang tua korban, Abah Oghi (40) mengaku mendapat informasi dari temannya di rumah sakit bahwa Aisha meninggal dunia.

“Saya juga kaget setelah mendapat informasi itu, apalagi orang tua korban teman dekat,” ujarnya.

Pantauan Radar di lokasi, ibu korban pingsan. Dia terbaring di kamar tidur karena tidak menyangka anaknya telah tiada.

Sementara, ayah korban sempat syok. Dia juga pingsan setelah mendapat kabar anaknya meninggal dunia. Saat itu dia sedang bekerja.

Tadi malam, jenazah Aisha langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Gunung Tumpeng. Lokasinya tidak jauh dari rumah korban.

Terpisah, Lurah Pataruman Ading Amir Ridwan mengaku baru mendapatkan informasi bahwa ada warganya yang meninggal dunia diduga akibat DBD.

“Iya, padahal Jumat paginya dilakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk, Red) dan fogging di lingkungan Lembur Balong dan Babakan,” katanya.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.