Ibu dan Ayah Aisha Syok dan Pingsan

Bayi di Banjar Meninggal Diduga karena DBD

175
0

Gigitan Nyamuk

Demam Berdarah Dengue (DBD) banyak dijumpai terutama di daerah tropis. DBD disebabkan virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid memaparkan, beberapa faktor yang mempengaruhi munculnya DBD antara lain rendahnya status kekebalan kelompok masyarakat, kepadatan populasi nyamuk penular. Karena banyaknya tempat perindukan nyamuk yang biasanya terjadi pada musim penghujan di mana banyak timbul genangan-genangan air di sekitar pemukiman seperti talang air, ban bekas, kaleng, botol, plastik, gelas bekas air mineral, lubang pohon, pelepah daun dan lain-lain.

“Jadi ada satu daerah yang kita kunjungi itu ternyata sumber utamanya adalah dia pengumpul botol-botol bekas. Sayangnya botol-botol bekas itu ditaruh di halaman rumah kalau sudah banyak baru di pul ke pengepul. Itulah yang kemudian karena terbuka nyamuknya masuk bertelur. Disitu banyak sekali perindukan nyamuknya,” jelas dr. Nadia saat ditemui di Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jakarta beberapa waktu lalu.

“Kita buang hampir 50 atau 60, begitu kita buang itu turun cepat sekali kasus DBD-nya,” lanjut Nadia.

Lebih lanjut Nadia memaparkan bahwa gejala awal demam berdarah dengue antara lain demam tinggi mendadak berlangsung sepanjang hari, nyeri kepala, nyeri saat menggerakan bola mata dan nyeri punggung, kadang disertai adanya tanda-tanda perdarahan.

“Pada kasus yang lebih berat dapat menimbulkan nyeri ulu hati, perdarahan saluran cerna, syok, hingga kematian. Masa inkubasi demam berdarah 3 hingga 14 hari tetapi pada umumnya 4 hingga 7 hari,” jelasnya.

Beberapa upaya pertolongan awal terhadap penderita dapat dilakukan antara lain istirahat (bedrest), perbanyak asupan cairan/banyak minum sekurangnya 2 liter per hari, kompres hangat.

“Bila demam tinggi dapat diberikan obat pereda demam (antipiretik) seperti parasetamol,” ujar Nadia.

Bila 2 – 3 hari gejala semakin memburuk seperti pasien tampak makin Iemas, muntah-muntah, gelisah atau timbul pendarahan spontan seperti mimisan, perdarahan gusi, perdarahan saluran cerna dan Iain sebagainya, diimbau segera dibawa ke rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan setempat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Ada dua keuntungannya, pertama kita cepat mendapatkan pertolongan. Yang kedua adalah dengan ditemukannya kasus DBD maka Puskesmas setempat akan melakukan penyelidikan epidemiologi kemudian mencoba melokalisir dengan mengidentivikasi dimana ada perindukan atau tempat-tempat nyamuk berkembang biak dan membagikan abate atau larvasida bahkan melakukan fogging,” jelasnya. (nto/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.