Bayi di Ciamis Tergilas Truk Pengangkut Pasir

633
OLAH TKP. Anggota Satuan Lalu Lintas Polres Ciamis melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan RE Martadinata Kecamatan Baregbeg, Rabu (22/5). IMAN S RAHMAN/RADAR TASIKMALAYA

BAREGBEG – Bayi berusia 18 bulan, Nathan meninggal dunia setelah tergilas truk pengangkut pasir di pertigaan Jalan RE Martadinata, Rabu (22/5) sekitar pukul 09.00. Sebelum tergilas, Nathan terlepas dari gendongan ibunya, Sri (30) ketika motor yang dikemudikan ayahnya Jaelani (34) terjatuh.

Apip (43), warga Jalan RE Martadinata menceritakan, motor Honda Vario yang dikendarai Jaelani itu melaju dari arah Kecamatan Cipaku menuju Kota Ciamis. Sampai di tempat kejadian perkara (TKP), tiba-tiba motor oleng ke kiri dan terjatuh di tengah jalan tepatnya di depan Puskesmas Kecamatan Baregbeg. Dalam waktu yang bersamaan meluncur truk pengangkut pasir dari arah berlawanan. Truk itu langsung melindas bayi yang tergeletak di aspal dan melaju begitu saja tanpa menghiraukan peristiwa nahas tersebut.

“Warga banyak yang mengejar truk yang kabur. Sementara saya menolong korban. Bayi dibawa ke Puskesmas Baregbeg. Namun ternyata sudah meninggal dunia bahkan kepala bayi terbelah,” ujar dia kepada Radar di lokasi kejadian.

Anggota Polsek Cipaku Aipda Rosmayadi menerangkan, ketika di lokasi kejadian, Sri menggendong bayinya yang berlumuran darah. Dia dan warga langsung menolongnya ke puskesmas terdekat. Namun, nyawa bayi tersebut tidak tertolong. Bagian kepalanya terlihat pecah. “Saya kasihan kepada suami istri tersebut, karena kehilangan anaknya tersebut,” tutur dia kepada wartawan.

Kasu­bag Humas Polres Ciamis Iptu Hj Iis Yeni Idaningsih menyebutkan, hasil olah TKP, motor Vario itu tiba-tiba jatuh begitu saja. Penyebabnya, diduga karena mengerem mendadak. Pada peristiwa itu, truk tersebut sempat kabur dan dikejar warga. “Untuk mempertanggungjawabkan kejadian itu, pengemudi truk diamankan guna menjalani pemeriksaan di Satuan Lantas Polres Ciamis,” kata dia.

Budi (42), sopir truk mengaku tidak mengetahui truknya melindas bayi. Dia sama sekali tidak melihat ada sepeda motor terjatuh. Namun, ketika melihat kaca spion terlihat ada sepeda motor tergeletak di jalan.

Dia bukan bermaksud kabur. Dia berpikir tidak ada kejadian apa-apa sehingga melanjutkan perjalanan dari Tasikmalaya menuju Kecamatan Rajadesa untuk mengantarkan pasir.

“Sampai tanjakan Alinayin Kecamatan Baregbeg, saya diberhentikan pengendara motor suruh berhenti. Katanya ada yang tertabrak oleh truk saya. Jelas saya kaget dan balik kanan lagi,” tutur dia. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.