Bayi Kembar Ganteng Ini Dinamakan Prabowo dan Sandiaga, Berikut Alasan Orangtuanya

158
0
Loading...

BANDUNG— Bayi kembar ganteng dari Bandung Barat ini dinamakan orangtuanya Prabowo dan Sandiaga. Kedua orangtuanya memang ngefans pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.

Bayi kembar laki-laki ini merupakan anak dari pasangan Dede Wahyudin (38) dan Elis Nurlatifah (29). Bayi kembar ganteng ini lahir di RSUD Cililin, Bandung Barat pada Rabu (20/3/2019) lalu.

Kedua orangtua yang berbahagia ini beralamat di Kampung Bojongloa, RT 2 RW 3, Desa Pasirpogor, Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

“Alhamdulillah Selasa ke rumah sakit, lahirnya hari Rabu jam 1 siang,” ujar Dede Wahyudin, Sabtu (23/3).

Bayi kembar ini lahir dengan bobot masing-masing 2,5 kg dan 2,1 kg dengan tinggi sekitar 46 cm. Prabowo dengan bobot 2,5 kg dan Sandiaga dengan bobot 2,1 kg.

Loading...

Dede mengatakan kedua anaknya lahir secara caesar. Pasalnya, kondisi medis tak memungkinkan bagi sang ibu untuk melahirkan secara normal.

“Sudah menggunakan perangsang tiga kali tapi belum bisa. Dokter di sana yang menyarankan agar di cesar. Alhamdulillah bisa lahir juga anak kami, saya bangga,” ujar Wahyudin.

Sebelumnya ia mengetahui anaknya akan terlahir kembar setelah melalui pemeriksaan USG di rumah sakit.

Dede dan Elis keluar dari RSUD Cililin bersama anak kembarnya pada Jumat (22/3/2019) pukul 17.00 WIB.

Ketika disinggung alasan menamakan Prabowo dan Sandiaga, kata Dede, karena memang dia dan istrinya sama-sama mengidolakan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

“Saya bukan orang partai, tapi saya kagum dengan Prabowo dan Sandiaga,” kata Dede.

“Saya suka Pak Prabowo dan istri suka Pak Sandiaga. Jadi, kami namakan keduanya Prabowo dan Sandiaga. Saya lihat Pak Prabowo itu tegas, terbuka, dan apa adanya. Kalau Pak Sandi itu orangnya tampan, muda, dan sukses,” katanya.

(ral/int/pojokjabar)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.