Bayi Situ Gede Meninggal Dunia

755

TASIK – Bayi perempuan yang ditemukan dalam kardus di kawasan Situ Gede Kota Tasikmalaya meninggal dunia Jumat (17/8) pukul 06.20.
Dinas Sosial, KPAI, P2TP2A, PMI bersama aparat kepolisian kemarin mengambil jenazah bayi di kamar Mayat RSUD dr Soekardjo. Setelah dipulasara, jenazah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Aisha Rashida Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya dan diberi nama Anisa Binti Fulan.

Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya H Nana Rosadi mengatakan pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menyelamatkan sang bayi. Namun takdir berkehendak lain, sehingga bayi misterius itu harus menghembuskan napas terakhirnya di RSUD dr Soekardjo.
“Kalau sudah kehendak Allah SWT kita bisa apa-apa, padahal kita sedang berusaha mencari asal usulnya. ” ungkap Nana kepada Radar.

Dari informasi medis yang diketahuinya, kondisi bayi memang mengalami drop. Daya tahan tubuhnya semakin melemah sampai akhirnya meninggal dunia. “Awalnya memang membaik, tapi ke sininya terus menurun,” tuturnya.

Ketua KPAI Kota Tasikmalaya Eki S Baehaqi mengaku tidak menyangka usia anak tersebut cukup singkat. Padahal sebelumnya kondisi bayi mengalami perkembangan yang cukup baik. “Awalnya kan perkembangannya bagus, jadi peluang kelangsungan hidupnya cukup besar,” katanya.

Apalagi pihaknya turut memperhatikan asupan gizi sang bayi secara maksimal. Pihaknya pun belum mendapat informasi jelas apa yang mengakibatkan bayi meninggal. “Susunya pun diberikan khusus untuk bayi prematur,” pungkasnya.

Sebelumnya, bayi perempuan yang ditemukan di Kawasan Wisata Situ Gede masih mendapat penanganan intensif di RSUD dr Soekardjo, Selasa (7/8). Kondisi fisiknya sudah semakin membaik dan memiliki peluang hidup yang tinggi.

Kabid Pelayanan RSUD dr Seokardjo dr Budi Trimadi menjelaskan saat bayi datang mengalami sesak nafas. Diduga akibat kedinginan ketika diletakkan di tepi jalan. “Apalagi sekarang suhu sekarang kan dingin banget, jadi wajar sampai sesak nafas,” ungkapnya kepada Radar, kemarin.

Setelah diberikan penanganan medis, kata Budi, kondisinya mulai membaik. Meskipun tetap menggunakan alat bantu pernapasan di ruang perinatologi. “Kita tempatkan bayi di ruang inkubator, Alhamdulillah sekarang sudah membaik, dan peluang hidupnya tinggi,” tuturnya.

Budi menambahkan banyak risiko yang bisa dialami bayi yang disimpan di luar, terlebih di tepi jalan. Selain terkena bakteri penyakit, bayi bisa mengalami hypothermia yang membuatnya sulit bernafas dan berujung kematian. “Banyak sih risikonya, tapi yang paling rentan yang terkena hypothermia,” ujarnya.

Dia pun mengakui bayi ketika pertama ditemukan dalam keadaan mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh. Namun dirinya belum bisa menyimpulkan apa yang menjadi penyebabnya.
“Entah mungkin ditarik waktu melahirkannya atau bagaimana saya juga belum tahu,” katanya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.