Keluarga Yeni Tak Terdata

Baznas Bantu Bedah Rumah untuk Penghuni Kandang Sapi

107
0
MENJEMUR. Yeni, warga Dusun Sukahurip Desa Langensari Kecamatan Langensari menjemur pakaian di tempat tinggalnya Senin (24/6). Tempat yang ditinggalinya kini dulunya kandang sapi.

BANJAR – Keluarga yang tinggal di bekas kandang sapi di Dusun Sukahurip RT 02 RW 01 Desa Langensari Kecamatan Langensari belum terdata sebagai keluarga miskin.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Banjar Sri Astuti menduga pemerintah desa setempat belum mengusulkan keluarga tersebut mendapatkan bantuan.

“Saya tanya ke petugas lapangan katanya sudah mendapat bantuan rasta (beras sejahtera) dua bulan terakhir ini. Tapi memang belum masuk di database kami sebagai keluarga miskin. Kemungkinan bantuan dua bulan itu diberikan kebijakan oleh kepala dusunnya. Kalau secara resmi penerima bantuan dari Dinsos tidak ada, karena memang belum terdaftar,” kata Sri Astuti di ruang kerjanya Kamis (27/6).

Ia mengatakan keluarga Yeni juga belum masuk ke data penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), karena keluarga tersebut belum terdata. “Kita upayakan tahun ini masuk,” katanya.

Sementara itu, Kepala Baznas Kota Banjar Abdul Kohar akan menganggarkan bantuan bedah rumah dua kali lipat. Kata dia, dari hasil survei, keluarga tersebut layak dikategorikan warga miskin atau tidak mampu.

“Bantuan berupa rehab rumah biasaya satu kepala keluarga mendapat bantuan rehab Rp 7 juta. Untuk keluarga itu kita berikan Rp 15 juta, tapi berbentuk bahan bangunan. Kenapa dua kali lipat, karena jika dilihat fisiknya bantuan untuk satu unit tidak akan cukup,” kata dia.

Ia mengakui bantuan belum bisa direalisasikan karena terbentur kepemilikan lahan. Keluarga Yeni tinggal di bekas kandang sapi milik orang lain.

“Baznas boleh merehab asal ada izin tertulis dari pemilik lokasi. Sekarang kita sedang menunggu pemerintah desa yang sedang mengurus soal izin dari yang punya kandang sapinya itu,” kata Kohar.

Sebelumnya, PJs Kepala Desa Langensari Angga Tripermana mengaku tengah berupaya melobi pemilik tanah untuk memberikan lahannya kepada keluarga Yeni. Sebab, katanya, pemerintah desa saat ini belum bisa menyediakan lahan khusus untuk rumah tinggal Yeni.

“Kami sedang mengupayakan untuk lahan keluarga bu Yeni, yakni dengan meminta kepada pemilik bekas kandang sapi itu supaya mau memberikan,” kata dia.

Yeye (64), pemilik kandang sapi belum ada keputusan untuk memberikan secara sukarela tanahnya untuk keluarga Yeni. Sejauh ini dia mengizinkan keluarga Yeni untuk menempati kandang sapi itu karena merasa kasihan.

Pemkot Diminta Sediakan Lahan Khusus

Tokoh masyarakat Kota Banjar Didit mengatakan seharusnya pemerintah menyediakan lokasi khusus untuk keluarga yang kategorinya sangat miskin. Solusi untuk meminta kepada warga lain bukan cara tepat.

“Buat apa ada program rutilahu (rumah tidak layak huni) kalau warga yang sangat miskin seperti ini belum ditangani dengan baik. Ini sangat miskin sekali, tanah saja tidak punya,” ujarnya.

Camat Langensari Asno Sutarno akan mengupayakan segala bantuan untuk keluarga tersebut. Dia meminta maaf kepada keluarga tersebut karena tidak terdata dengan baik.

“Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mendata dengan baik dan mengusulkan keluarga ini untuk mendapatkan bantuan, baik dari bantuan BPNT, bantuan pendidikan sampai bantuan modal untuk suaminya yang berjualan es pisang ijo keliling,” ucapnya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.