BBWS Kembali Bebaskan Tanah

484
0
IMAN S RAHMAN/RADAR TASIKMALAYA SOSIALISASI. Masyarakat menyimak paparan dari pihak BBWS dan aparat kepolisian soal persiapan pembebasan lahan tahap dua di Kantor Desa Ciharalang Jumat (1/12).

CIAMIS – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy berencana melakukan pembebasan lahan tahap dua untuk menyukseskan pembangunan Bendungan Leuwikeris. Pembebasan tahap dua meliputi Desa Ciharalang Kecamatan Cijeungjing, Kelurahan Benteng dan Kelurahan Cigembor Kecamatan Ciamis, serta Desa Ancol dan Pasir Badang, Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya.
Luas keseluruhan area yang akan dibebaskan pada tahap dua mencapai 250 hektare. “Kita ketahui, lahan seluas itu terdiri dari 1.500 bidang tanah milik warga,” ucap Pelaksana Teknis III Proyek Bendungan Leuwikeris BBWS Citanduy Kota Banjar Aditya Heri usai sosialisasi persiapan pengadaan tanah tahap dua di GOR Desa Ciharalang Kecamatan Cijeungjing Kamis (30/11).
Pada tahap dua, kata dia, pemerintah akan menurunkan satu tim appraisal untuk menentukan harga tanah yang akan dibebaskan. Hal ini untuk menghindari perbedaan nilai taksiran atau harga beli tanah seperti yang terjadi pada tahap satu. Diketahui, harga tanah antara wilayah Ciamis dan Tasikmalaya memiliki perbedaan signifikan. Sehingga, pada tahap satu sempat terjadi konflik di Tasikmalaya yang cukup mengganggu proses pembebasan lahan bendungan.
Pada tahap dua, konsultan yang akan digunakan untuk kedua wilayah itu akan sama sehingga taksirannya tidak akan berbeda. “Jadi tahap dua ini sekitar 250 hektar yang akan kita taksir di Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya,” tegasnya.
Saat ini, kata dia, pembangunan Bendungan Leuwikeris terus digenjot. Prosesnya baru mencapai 20 persen. Dari mulai pengerjaan terowongan, saluran pipa air, hingga jalan kerja. “Sementara proses pembebasan lahan tahap dua juga kita laksanakan agar semuanya lancar dan selesai,” tuturnya.
Anggota tim persiapan pembebasan lahan dari Pemprov Jawa Barat Asep Saepudin menuturkan masyarakat telah menyatakan kesiapannya melepas tanah mereka setelah diterimanya uang ganti rugi dari pemerintah. “Tentunya kami juga ke depannya berharap lancar dan aman dan tentunya kita lakukan sesuai prosedur,” kata dia.
Selama proses pembebasan lahan, dia mengimbau masyarakat tidak memindahtangankan, apalagi menjual lahan mereka kepada siapa pun selain kepada pemerintah. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.