BBWS Turunkan Tim Survei Ciloseh

171
0
Pelaksana Tekhnis Operasi dan Pemeliharaan lll (OP3) BBWS Citanduy Sutinggal

BANJAR – Pelaksana Tekhnis Operasi dan Pemeliharaan lll (OP3) BBWS Citanduy Sutinggal angkat bicara mengenai banjir di Kampung Burujul   dan Buninagara I Kelurahan Nagarasari Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya yang menyebabkan 11 rumah terendam luapan air  dan lumpur Sungai Ciloseh.

Menurut Sutinggal, kejadian itu merupakan dampak dari hujan deras, debit air tinggi yang menyebabkan air sungai melebihi bantaran sungai dan masuk ke rumah warga.

“Kami belum bisa memastikan penyebab pastinya, tapi laporan BPBD Kota Tasik kepada PPK akibat hujan deras,” kata Sutinggal Kamis (19/4) petang.

Untuk memastikan penyebab pastinya, ia akan menurunkan tim untuk survei ke lokasi Sungai Ciloseh yang meluap. Di lapangan menyebut, banjir karena ada dugaan kelalaian petugas pintu air. “Iya makanya untuk memastikan itu akan kita survei, apakah murni karena bencana atau ada kelalaian petugas,” ujarnya.

Ia menambahkan pihaknya hanya memiliki kewenangan memperbaiki fasilitas yang rusak, itu pun dalam kapasitas kecil karena anggaran yang ia kelola untuk perbaikan, kecil. “Kewenangan kami menangani infrastruktur yang rusak. Kita lihat nanti apakah ada infrastruktur rusak yang kemudian menyebabkan banjir ke masyarakat,” katanya.

Sutinggal mengaku belum menerima laporan resmi atau kordinasi terkait bencana banjir itu dari pemerintah Kota Tasikmalaya. Namun meski demikian, pihaknya tetap akan turun ke lapangan untuk memastikan penyebab itu. “Meskipun tidak ada korban,” terang dia.

Diberitakan sebelumnya, meluapnya air Sungai Ciloseh yang menggenangi pemukiman warga Burujul dan Buninagara I Kelurahan Nagasarai Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya diakibatkan petugas terlambat membuka pintu air. Akhirnya, 11 rumah warga di dua kampung harus terendam banjir lumpur.

Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman mengaku tidak menyangka akan ada banjir bandang. Pasalnya cuaca beberapa saat sebelum kejadian masih terbilang normal. “Karena semalam tidak hujan kan,” ungkapnya saat mengunjungi korban banjir, Rabu (18/4).

Berdasarkan laporan yang diterimanya banjir pada Selasa malam (17/4) akibat pintu air yang terlambat dibuka. Ini efek koordinasi yang lambat dari petugas pengontrol pintu air di Cikunir dan Ciloseh. “Mestinya ada informasi dari sana (Cikunir), saling memberitahukan,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya meminta Balai Pendayagunaan Sumber Daya Air (BPSDA) Provinsi Jabar segera melakukan evaluasi. Jangan sampai bencana yang diakibatkan oleh kelalaian petugas kembali terjadi dan merugikan masyarakat.  “Artinya koordinasi harus diperbaiki lagi,” katanya. (cep/rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.