Bea Cukai Amankan Ratusan Ribu Rokok Ilegal

218
0
KOMPAK. (Kiri-kanan) Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Willy Prasetia, Kepala KPPBC Indriya Karyadi dan Kepala Seksi Pabean dan Cukai Angga Girasandi foto bersama usai diwawancara Radar. Lisna Wati / Radar Tasikmalaya
KOMPAK. (Kiri-kanan) Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Willy Prasetia, Kepala KPPBC Indriya Karyadi dan Kepala Seksi Pabean dan Cukai Angga Girasandi foto bersama usai diwawancara Radar. Lisna Wati / Radar Tasikmalaya

TASIK – Sepanjang 2019 Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Tasikmalaya telah melakukan 81 penindakan terhadap peredaran rokok ilegal di Priangan Timur.

Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan KPPBC Tipe Madya Pabean C Tasikmalaya Willy Prasetia mengatakan pihaknya terus melakukan penindakan masif terhadap peredaran tembakau iris, rokok kretek dan rokok elektrik ilegal di berbagai daerah di Priangan Timur.

Penindakan tersebut guna memastikan pasar dalam negeri diisi oleh produk legal dari para pelaku usaha yang taat terhadap ketentuan di bidang kepabeanan dan cukai.

“Sepanjang 2019 lalu ada 81 penindakan, jumlahnya meningkat dibandingkan tahun 2018 yang hanya 42 penindakan,” ujar Willy.

Dalam penindakan hasil tembakau tersebut, KPPBC Tipe Madya Pabean C Tasikmalaya berhasil mengamankan 2,8 ton tembakau iris, sekitar 200 ribu batang rokok kretek ilegal serta 15 liter liquid vape. Dengan perkiraan total kerugian negara mencapai Rp 150 jutaan.

“Kalau dilihat dari nominal kerugian negara memang tidak terlalu besar, tapi melalui penindakan ini kita bisa melindungi masyarakat dari peredaran barang-barang ilegal yang berbahaya,” katanya.

Baca Juga : Ajak IKM untuk Berani Ekspor

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Tasikmalaya Indriya Karyadi mengatakan, Bea Cukai  terus berupaya melindungi masyarakat dari rokok ilegal. Berbagai kegiatan pengawasan dan penindakan pun dilakukan.

Upayanya dengan melakukan operasi pasar atas peredaran hasil tembakau ilegal, patrol darat, operasi gempur dan pemeriksaan kendaraan di jalur selatan secara terjadwal dan terencana.

“Kami juga melakukan edukasi secara massif kepada masyarakat tentang bahayanya barang-barang ilegal,” katanya.

Pihaknya juga melakukan dan meningkatkan kerja sama dengan beberapa stakeholders seperti dengan Satuan Polisi Pamong Praja untuk kegiatan operasi pasar hasil tembakau ilegal yang beredar di masyarakat.

“Kami juga bekerja sama dengan Brigade Infanteri 13/Galuh dan Polres di wilayah Priangan Timur untuk dukungan pelaksanaan tugas pengawasan dan penegakan hukum kepabeanan dan cukai,” katanya.

Adapun dalam pemusnahan barang milik negara hasil penindakan pihaknya bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Tasikmalaya. (na)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.