Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.5%

7.4%

70%

Bea Cukai Tasik Beri Fasilitas KITE IKM untuk 6 Perusahaan

64
0
TALK SHOW. Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Tasikmalaya Indriya Karyadi (kedua, kiri) bersama jajarannya saat Talk Show Semangat Pagi di Studio Radar Tasikmalaya TV, Rabu (12/8). Lisna Wati / Radar Tasikmalaya
TALK SHOW. Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Tasikmalaya Indriya Karyadi (kedua, kiri) bersama jajarannya saat Talk Show Semangat Pagi di Studio Radar Tasikmalaya TV, Rabu (12/8). Lisna Wati / Radar Tasikmalaya

TASIK – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Tasikmalaya menambahkan izin fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor untuk IKM (KITE IKM) kepada PT Butik Ustazah Indonesia yang bergerak di bidang konveksi pakaian muslim.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Tasikmalaya Indriya Karyadi saat Talk Show Semangat Pagi di Studio Radar Tasikmalaya TV, Rabu (12/8).

“Fasilitas KITE IKM adalah salah satu fasilitas fiskal yang diberikan oleh Bea Cukai. Tujuannya mendorong daya saing produk dalam negeri untuk bersaing di kancah internasional,” terangnya.

Ia menyampaikan potensi industri kecil menengah mampu memberi kontribusi positif terhadap neraca perdagangan Indonesia dan rasio ekspor terhadap impor. “Fasilitas KITE IKM ini untuk mendorong IKM ke pasar internasional sekaligus untuk memulihkan ekonomi,” jelasnya.

Dengan diterbitkannya izin ini, sambungnya, jumlah perusahaan dengan fasilitas KITE IKM di wilayah pengawasan Bea Cukai Tasikmalaya bertambah menjadi enam perusahaan yakni PT Tjiwulan Putra Mandiri, PT Goenoeng Poetri Lestari, Dawalul Bordir, Alan Tasik, PT Albasi Layung Indonesia dan yang terbaru PT Butik Ustazah Indonesia.

Ia menyebutkan, KITE merupakan jawaban bagi para pelaku IKM dalam menekan biaya produksi sehingga keuntungan dan daya saing dapat meningkat. Pada akhirnya meningkatkan devisa negara.

Lanjutnya, para pelaku usaha yang mendapatkan fasilitas KITE IKM ini akan mendapatkan manfaat yaitu dibebaskan dari pengenaan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) bila melakukan importasi bahan baku, bahan penolong dan barang modal berupa mesin untuk keperluan produksi barang jadi.

Di samping itu pelaku usaha juga bisa memperoleh kemudahan registrasi kepabeanan.
“Segala manfaat dan kemudahan itu dapat diperoleh asalkan barang jadi yang telah diproduksi di ekspor keluar negeri,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Terdapat tujuh perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat dan enam Perusahaan Penerima fasilitas Kite/IKM yang berada di wilayah pengawasan dan pelayanan KPPBC TMP C Tasikmalaya.

Perusahaan ini tersebar di Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya.

“Total Investasi dari 13 perusahaan penerima fasilitas TPB dan KITE/IKM per Juni 2020 mencapai sebesar Rp. 1.745.987.160.035  dan menyerap sekitar 18.273 tenaga kerja,” pungkasnya. (na)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.