Bea Cukai Tasik Musnahkan Rokok Ilegal Rp30,3 Miliar

90
0
PEMUSNAHAN. Kantor Bea Cukai Se-Jawa Barat bersama pemerintah melakukan pemusnahan massal hasil penindakan di bidang kepabeanan dan cukai di Bandung, Rabu (25/11).
Loading...

TASIK – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Barat bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan pemusnahan massal hasil penindakan di bidang kepabeanan dan cukai, di Lapangan Parkir Timur Gedung Sate Kota Bandung, Rabu (25/11).

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Tasikmalaya, Indriya Karyadi mengatakan kegiatan pemusnahan ini diikuti juga oleh tujuh KPPBC di lingkungan Kanwil DJBC Jawa Barat, termasuk KPPBC Tasikmalaya.

“Pemusnahan ini dilakukan serentak di 7 titik termasuk di Tasikmalaya secara daring, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan pemusnahan barang hasil penindakan berupa barang kena cukai ilegal dan beberapa barang hasil penindakan di bidang kepabeanan yang berhasil ditindak oleh Bea Cukai Se-Jawa Barat sepanjang tahun 2017-2020.

Indriya mengatakan salah satu produk ilegal yang dimusnahkan ialah vape atau rokok elektrik. Hingga saat ini barang ilegal masih sering masuk ke Tasikmalaya, salah satu produk ilegal yang angkanya naik adalah vape atau rokok elektrik.

Loading...

Baca juga : Rakor Integrasikan Data Penanganan Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya

“Vape semakin banyak beredar di masyarakat, tapi sekarang kita harus waspada karena makin banyak produk vape ilegal dan ini bisa membahayakan masyarakat,” ujarnya.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Barat Saipullah Nasution mengatakan sejak 2017 sampai 31 Oktober 2020, Bea Cukai Se-Jawa Barat melakukan 2.088 kali penindakan terkait 36,07 juta batang rokok ilegal dengan nilai barang hasil penindakan mencapai Rp 30,5 miliar.

Ia menuturkan pemusnahan barang ilegal merupakan hal positif, karena berdampak pada meningkatnya penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) yang diterima daerah.

“Alokasi DBH CHT ini di antaranya untuk mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional, menanggulangi dampak negatif rokok, dampak kebijakan CHT, dan dampak kebijakan pertembakauan nasional, dengan sasaran prioritas petani tembakau atau tenaga kerja pabrik rokok, dengan tetap disinkronisasikan dengan kegiatan yang didanai dari APBD,” ujarnya.

Adapun Barang Kena Cukai yang dimusnahkan adalah Hasil Tembakau berupa Sigaret (rokok) sebanyak 4.845.450 batang, Hasil Tembakau berupa Tembakau Iris (TIS) sebanyak 1.000.709 gram, Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) sebanyak 13.246 botol (3.925.900 ml), Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) berupa e-liquid/vape sebanyak 6.580 botol (436.580 ml).

Keseluruhan nilai barang kena cukai ilegal yang dimusnahkan adalah sebesar Rp 5.075.690.465 dengan perkiraan nilai cukai yang tidak terpungut oleh negara adalah sebesar Rp 3.431.634.396. (rls/na)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.