Ekuador vs Cile

Beban Berat Hernn Bolillo

16
0
Hernn “Bolillo” Gmez

SALVADOR – Cile bertekad mengunci tiket delapan besar Copa America 2019 saat menghadapi Ekuador di laga kedua Grup C di Arena Fonte Nova. Beban berat kini di tanggung pelatih Ekuador, Hernn “Bolillo” Gmez untuk membendung sang juara bertahan.

Menyusul kekalahan 0-4 dari Uruguay di laga pertama, Gmez sudah mendapat kritik pedas karena dianggap melakukan perubahan konstan dalam formasi. Seperti diketahui, sang pelatih telah menggunakan sepuluh formasi berbeda sebelum Copa America 2019 ini.

Pelatih Kolombia itu dalam persiapan menuju ke Brasil menggunakan 45 pemain untuk pertandingan mereka. Dia berargumen, perlu melihat setiap pemain dan posisi terbaik, karena ia sedang membangun tim Ekuador.

Akan tetapi, kritikus dan penggemar Ekuador pastinya tidak ingin itu menjadi alasan. Makanya, kemenangan atau paling tidak hasil imbang menghadapi Cile di Salvador mutlak bagi pasukan Gmez yang membutuhkan setidaknya empat poin untuk bisa finis sebagai peringkat ketiga terbaik.

Menghadapi laga ini, sang juru taktik diklaim akan melakukan tiga perubahan dalam formasinya. Itu sudah terbaca dalam pelatihan pada hari Rabu waktu setempat. Robert Arboleda kemungkinan akan ditunjuk sebagai pengganti Arturo Mina di zona pertahanan dan Carlos Gruezo mengisi tempat Jefferson Intriago.

Perubahan ketiga adalah kemungkinan dimainkannya Antonio Valencia di posisi aslinya sebagai bek. Dengan pengalamannya bersama Manchester United, ia akan mengisi tempat Jos Quintero yang diusir keluar lapangan melawan Uruguay setelah melakukan pelanggaran terhadap Nicols Lodeiro.

Dengan tiga perubahan ini, Gmez berniat menggunakan skema 4-3-2-1 melawan Cile, dengan tiga gelandang bertahan di depan empat bek. Tampaknya, Ekuador akan mencoba mengimbangi lini tengah Cile dan mematikan pemain andalan mereka sambil berusaha mencari gol lewat serangan balik cepat.

Setelah kemenangan 4-0 atas Jepang di laga perdana, kubu Cile kini bisa lebih rileks menyongsong duel kontra Ekuador. Dengan permainan bagus yang mereka tampilkan sebelumnya, pelatih Reinaldo Rueda tidak perlu memutar otak lebih keras mencari starting XI terbaik seperti Gomez yang ia klaim sebagai sahabatnya.

Walau begitu, Rueda menegaskan kepada anak asuhnya bahwa pertandingan ini tidak akan mudah meski calon lawan mereka sudah dibabat Uruguay. Bagi Rueda, Ekuador memiliki “struktur besar” dan pemain hebat. “Mereka punya pemain berpengalaman dan pelatih yang bijaksana,” kata Rueda di Deportes RCN.

Rekaman pertemuan kedua negara dalam tujuh tahun membuat Cile memang tidak boleh meremehkan Ekuador. Dalam lima duel mereka sejak 2012, Ekuador menang tiga kali, termasuk pada pertemuan terakhir kedua negara 2017 silam. (amr/fin)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.