Brasil vs Argentina

BEBAN BERAT Lionel Messi

24
0
Lionel Messi
Loading...

BELO HORIZONTE – Final dini Copa America 2019 akan tersaji di Estadio Mineirao, besok pagi. Brasil dan Argentina akan saling libas demi tiket partai puncak. Sekali lagi, pencinta bola dunia menunggu sihir Lionel Messi.

Absennya Neymar membuat Messi menjadi sorotan utama pada laga klasik Amerika Selatan ini. Apalagi, sebelum laga ini, kapten Barcelona itu memang sudah menuai kritik setelah tak mampu menunjukkan kehebatannya.

Sejak fase grup, penyerang yang dianggap sebagai dewa sepak bola itu baru melesakkan satu gol. Itu pun gol koleksi peraih lima gelar Ballon d’Or tersebut lahir dari titik putih saat Argentina ditahan imbang 1-1 Paraguay di laga kedua Grup A.

Kubu Brasil pun sepertinya paham bahwa Messi bisa menjadi kekuatan sekaligus kelemahan Argentina. Karena itu, mereka mencoba “menambah” beban sang superstar dengan berbagai komentar jelang pertandingan.

“Bagi saya, Messi adalah pemain terhebat dalam sejarah, pemain terhebat yang pernah saya lihat. Setiap kali kami saling berhadapan, apakah di tim nasional atau di Liga Champions, sangat sulit untuk menghadapinya,” kata bek Brasil, Thiago Silva, di Live Soccer TV.

Berbeda dengan Silva, penyerang Brasil Gabriel Jesus mencoba mengirim psywar pada Messi. Menurutnya, demi mempertahankan clean sheet yang mereka catatkan sejak awal turnamen, Selacao tidak akan memberi ruang seinci pun pada Messi atau penyerang Argentina lainnya.

“Tidak akan mudah bagi Argentina untuk berada di pertahanan kami. Jelas mereka memiliki Messi yang merupakan pemain terbaik di dunia. Juga Aguero, salah satu penyerang tengah terbaik. Akan tetapi, mereka harus berkeringat untuk masuk ke sektor belakang kami,” tegas Jesus di AFP.

Loading...

Pelatih Brasil, Tite, sejak awal mengingatkan Argentina akan menjadi lawan berat. “Kualitas teknik individu yang sangat bagus. Mereka harus beradaptasi ketika memiliki yang terbaik di dunia. Messi tidak perlu dipertanyakan lagi,” kata Tite di Bahia Noticias.

Messi sadar beban berat yang ada di pundaknya dan tingginya harapan pada dirinya. Karena itu, ia secara terbuka mengakui performanya tidak seperti yang diharapkannya. “Saya tidak di level terbaik,” tegasnya di FOX Sport.

Karena beratnya beban pasukannya diharapkan memutus paceklik gelar mereka yang sudah berjalan sejak 1993, Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, mencoba membuat Messi Cs lebih rileks. “Kami harus memainkan ini, tidak seperti pertandingan lainnya. Tidak bisa berpikir bahwa kami melawan saingan terbesar,” kata Scaloni.

Ini akan menjadi pertemuan resmi FIFA ke-106 kedua negara. Dari 105 laga sebelumnya, Brasil memimpin rekor head-to-head dengan 41 kemenangan. Argentina sepanjang sejarah duel klasik menang 38 kali. Selebihnya, 26 laga berakhir seri. (amr/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.