Bebarapa Traffic Light di Wilayah Kota Tasik Hanya Jadi Pajangan

147
0
TAK BERFUNGSI. Lampu lalu lintas dari Jalan Pataruman menuju Jalan Rumah sakit belum menyala lagi, Senin (13/7).

TAWANG – Beberapa traffic light atau lampu lalu lintas di Kota Tasikmalaya tidak menyala sudah lebih dari seminggu. Kondisi membuat pengendara ragu-ragu saat melintas di persimpangan.

Dari pantauan Radar, sedikitnya ada dua titik lampu lalu lintas yang tidak berfungsi. Yakni di Simpang Empat Cisumur Kecamatan Kawalu dan Simpang Jalan Tentara Pelajar Kecamatan Tawang.

Baca juga : Menggila, DBD di Kota Tasik 850 Kasus, 17 Meninggal, Kawalu Paling Tinggi

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya, H Aay Zaini menjelaskan untuk lampu lalu lintas Cisumur bukan merupakan kewenangan. Pasalnya lokasi itu termasuk jalur provinsi. “Kalau yang mau ke rumah sakit, itu memang wilayah kita,” ungkapnya kepada Radar, Senin (13/7).

Anggaran pemeliharaan Dishub, kata dia, tidak begitu banyak dipangkas dalam refocusing penanganan Covid-19. Namun untuk perbaikan utuh, harus menunggu penganggaran tahun selanjutnya. “Jadi yang rusak sekarang berarti diperbaikinya 2021,” tuturnya.

Akan tetapi, traffic light yang menghubungkan Jalan Pataruman dan Jalan Rumah Sakit itu termasuk alat yang jadul. Pihaknya berencana untuk menggantinya dengan traffic light yang baru. “Lampunya rusak juga mungkin karena memang sudah lama,” terangnya.

Kapan penggantiannya, H Aay merencanakan pekerjaan tersebut tahun ini. Namun, pihaknya belum bisa memastikan waktu tepatnya. “Mudah-mudahan secepatnya kita ganti,” katanya.

Lampu lalu lintas merupakan pemandu pengendara motor dan mobil ketika melintas di persimpangan. Ketika alat tersebut tidak berfungsi, ini menjadi kendala di lapangan.

Seperti yang diutarakan, Nizar Akbar (23) yang beberapa kali melintas di persimpangan tersebut. Warga Cihideung itu mengaku selalu ragu ketika melintas karena khawatir bertabrakan dengan pengendara dari jalan rumah sakit atau Jalan Tentara Pelajar.

Baca juga : AWAS..! Tak Pake Masker, Warga Kota Tasik Dirazia & Denda Rp100 Ribu

“Soalnya kita enggak tahu lampu di dua arah itu merah atau hijau, lampu itu kan bukan buat penerang apalagi pajangan,” ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah jangan terlalu lama melakukan perbaikan. Jangan sampai terjadi kecelakaan lalu lintas terlebih menjatuhkan korban jiwa. “Kayaknya sudah lumayan lama, yang saya ingat lampunya mati sudah lebih dari seminggu atau mungkin lebih lama,” pungkasnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.