Begal Pantat Teror Perempuan Kota Banjar

1634
0
CEK LOKASI. Kapolsek Pataruman AKP Cecep Edi Sulaeman mengecek tempat kejadian perkara dugaan pelecehan seksual Senin (17/2). Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
CEK LOKASI. Kapolsek Pataruman AKP Cecep Edi Sulaeman mengecek tempat kejadian perkara dugaan pelecehan seksual Senin (17/2). Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya

BANJAR – Dugaan pelecehan seksual dialami ND (40), warga Mulyasari. Saat melintas di Jalan Kehutanan kecamatan Pataruman Sabtu malam (15/2), bagian pantat korban dipegang orang tak dikenal.

Dia menceritakan. Malam itu ND mengendarai sepeda motor bebek. Dia hendak pulang ke rumahnya. Namun di perjalanan korban diikuti seorang pria. Pria itu memegang pantatnya.

“Saya juga kaget, tiba-tiba dari arah belakang ada yang megang bujur (pantat),” ujar karyawati di salah satu rumah makan diKota Banjar itu kepada wartawan Senin (17/2).

Kata dia, saat melakukan aksinya, pelaku sempat terjatuh dari motornya.

Baca Juga : Bupati Ciamis & Wali Kota Banjar Resmikan Jembatan Citanduy

“Tidak bisa melihat jelas pelaku, karena kondisi gelap sekali. Lampu jalan aja juga tidak menyala. Saya pikir aman karena tiap hari lewat situ juga aman dan baru kali ini kejadian,” ungkapnya.

Dirinya hingga kini masih syok. Takut mengalami hal serupa. Terlebih, kata dia, kasus tersebut viral di media sosial.

Pemilik rumah makan tempat ND bekerja, Imas Siti Rohimah mengaku kaget karena karyawannya bercerita: takut pulang malam.

“Saya juga kaget, syok kenapa? Pas cerita, dia dilecehkan oleh pria yang mengendarai sepeda motor,” tuturnya.

Kejadian itu, kata dia, harus menjadi perhatian bersama. Polisi diminta lebih intens melakukan patroli. Dia pun meminta pemerintah kota melalui instansi terkait memperhatikan lokasi yang sekiranya rawan dan gelap agar dipasang lampu penerangan jalan umum.

Baca Juga : Dinsos Kota Banjar Klaim Kemiskinan Turun

“Sekarang kalau pulang dikawal sama karyawan lainnya, biar aman. Apalagi karyawan saya kebanyakan dari orang sana (Mulyasari, Red),” tuturnya.

Terpisah, Kapolsek Pataruman AKP Cecep Edi Sulaeman mengatakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Korban, kata dia, tidak melihat jelas ciri-ciri pelaku karena lokasi kejadian gelap.

“Untuk antisipasi kita terjunkan tim melakukan patroli di wilayah yang sekiranya rawan kejahatan,” ujarnya. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.