Begini Cara SMAN Kota Tasik Ajarkan Sikap Saling Berbagi

130
0
BERKURBAN. Mantan Kepala SMAN 4 Tasikmalaya Dra Elin Yuliani MPd (empat, kanan) bersama guru-guru SMAN 4 Tasikmalaya berdoa agar hewan kurban yang disembelih bisa berkah untuk masyarakat, Minggu (2/8). Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya

TASIK – Berkurban mencerminkan jiwa sosial dan nilai-nilai kemanusiaan. Seperti itulah SMAN 4 Tasikmalaya mengembangkan budaya sikap saling berbagi kepada sesama.

Dalam menanamkan kebiasaan positif ini. Diharapkan menjadi role model bagi warga sekolah dan masyarakat.

Mantan Kepala SMAN 4 Tasikmalaya Dra Elin Yuliani MPd mengatakan, sebelum perpisahan, dirinya masih berkewajiban menunjukkan kebaikan, terlebih di momentum Hari Raya Idul Adha. Sehingga tradisi ini bisa diteruskan dalam melaksanakan kurban di sekolah. Selain meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

Baca juga : Tak Bermasker di Kota Tasik Didenda Rp50 Ribu, Kebijakan yang Tidak Bijak

“Dengan berbagi ini bentuk kasih sayang sekolah kepada masyarakat,” katanya kepada Radar, Minggu (2/8).

Untuk mendukung hal ini, Elin yang kini menjadi Kepala SMAN 7 Tasikmalaya ini berpesan agar guru dan siswa terus mengokohkan karakter kebersamaan. Tentunya dalam membangun rasa empati dengan nilai kedermawanan.

Loading...

“Berbagi ini dapat memberikan rangsangan kepada warga sekolah dalam berpartisipasi mengatasi kesulitan saat ini,” ujarnya.

Senada, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Nandang SPd mengupayakan untuk menjaga budaya berkurban bagi warga sekolahnya, sehingga dapat mendekatkan diri kepada masyarakat.

“Selanjutnya dapat mengajak siswa untuk indahnya berbagi,” kata Nandang yang mewakili Kepala SMAN 4 Tasikmalaya Drs Dadan Ahmad Sofyan MPd.

Menurutnya, berkurban merupakan bentuk ketaatan seorang hamba kepada Sang Pencipta.

Hal ini sebagai nilai pendidikan karakter bagi siswa. Ia pun berharap di kemudian hari mereka bisa menunaikan ibadah kurban.

Pihaknya tahun ini menyembelih dua ekor sapi. Setelah dipotong, terdapat 315 bungkus daging dengan berat 3 ons per kantong.

“Penerima manfaat antara lain siswa, guru, warga sekitar dan kuli bangunan,” ujarnya. (riz)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.