Begini Kendala Polisi Ungkap Pelaku Teror Pimpinan KPK

11
Karopenmas Brigjen Dedi Prasetyo/net

JAKARTA – Polisi terkendala untuk mengungkap pelaku teror terhadap dua pimpinan Komisi pemberantasan Korupsi.

Kendala tersebut, kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, yakni minimnya sidik jari di tempat kejadian perkara (TKP) baik di kediaman Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dan Ketua KPK Agus Rahardjo.

“Ada beberapa kendala seperti di kediaman Laode M Syarif dimana bom molotov sudah banyak yang memegangnya. Kemudian karena saat api menyala (dari bom molotov), disiram air, sehingga untuk memunculkan sidik jari itu butuh teknik Inafis untuk cari sidik jari itu,” ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Senin (14/1).

Sama halnya di kediaman Agus, sambung Dedi, saat tas yang berisi bom paralon palsu itu dicek telah banyak sidik jari yang menempel di benda tersebut sehingga menyulitkan Inafis untuk melakukan identifikasi lantaran saat didalami dengan teknologi penguapan sidik jari di TKP belum muncul.

“Harus ada teknologi lain untuk memunculkan sidik jari. Ada banyak sidik jari di situ. Nah, itulah yang masih didalami juga sidik jarinya,” jelas Dedi.

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah ini menambahkan, sejauh ini tim telah mendalami CCTV dan telah memeriksa puluhan saksi. [jto/rmol]

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.