Begini Kendala yang Dihadapi Perajin Mendong dan Tas Koper di Kota Tasik

57
0

KOTA TASIK – Vocational Training Business Development Center (BDC) Amanah Sukapura Kota Tasikmalaya sukses menghelat pelatihan peningkatan keterampilan dan kualitas bordir ciri khas Tasikmalaya dengan menggunakan mesin kejek, Minggu (22/12) siang.

BDC memberikan pelatihan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk kerajinan mendong, payung geulis, kelom geulis, sandal, sepon, talincang, batik, tas koper, makanan olahan, dan lain sebagainya yang merupakan khas Kota Tasikmalaya.

Meski demikian, masih terdapat kendala bagi para perajin agar terus eksis Usaha Kecil Menengah (UKM)-nya berproduksi.

Itu seperti yang terjadi di kerajinan mendong. “Untuk mendong memang kita sedang kesulitan bahan,” ujar Kordinator Komite BDC Amanah Sukapura, Beng Haryono kepada radartasikmalaya.com.

Terang dia yang ditemui saat penutupan pelatihan tersebut di Pusat Pengembangan Industri Kerajinan (PPIK), Tamansari Kota Tasikmalaya, bahan utama mendong ini didapat para pelaku UKM hingga kini harus dibeli dari luar wilayah Kota Tasik.

“Ya bahan bakunya diekspor dari Kabupaten Tasik. Memang kesulitan di para pelaku UKM mendong bahannya harus didapat dari luar Kota Tasik. Kalau untuk pemasaran tak ada masalah selama mereka terus memproduksinya,” terangnya.

Selain mendong, tambah dia, beberapa item tas dan koper juga hingga kini menyulitkan para pelaku UKM.

“Karena harus dibeli dari Bandung yaitu troli atau pegangannya. Dua hal tersebut menjadi Pekerjaan Rumah (PR) kita bagaimana kedepannya hal itu tak menganggu produksi para UKM,” tambahnya.

Jelas dia, persoalan marketing saat ini bukan menjadi masalah utama. “Karena beberapa komunitas kampung wisata sudah mendiskusikan hal ini. Jadi infrastrutkur dan ekonomi di Kota Tasik ini sedang dikolaborasikan agar bisa sejalan. Tinggal bahan bakunya saja,” jelasnya.

Sekadar diketahui, BDC Amanah Sukapura ini melakukan pelatihan kepada 285 peserta yang berasal dari 90 KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) se-Kota Tasik dan berasal dari 7 Supu (Sentra Usaha Produk Unggulan). Pelatihan ini adalah Program Kotaku dari Kementerian PUPR.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.