Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.4%

20.4%

8.4%

66.9%

Begini Kontribusi Bea Cukai Tasikmalaya Terhadap Negara

77
0
PAPARKAN. Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Tasikmalaya Indriya Karyadi usai diwawancara Radar mengenai pelayanan bea cukai di tengah pandemi, Rabu (29/7). Lisna Wati / Radar Tasikmalaya
PAPARKAN. Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Tasikmalaya Indriya Karyadi usai diwawancara Radar mengenai pelayanan bea cukai di tengah pandemi, Rabu (29/7). Lisna Wati / Radar Tasikmalaya

TASIK – Pada masa pandemi ini, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Tasikmalaya tetap melaksanakan kegiatan pengawasan dan pelayanan di bidang kepabeanan dan cukai dengan menerapkan protokol kesehatan. Bahkan Bea Cukai memberikan relaksasi di bidang cukai dan berkontribusi dalam penanggulangan Covid-19.

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Tasikmalaya Indriya Karyadi mengatakan, negara saat ini sangat membutuhkan penerimaan utamanya dalam kondisi pandemi untuk penanggulangan dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19.

“Bea Cukai Tasikmalaya turut berkontribusi dalam memungut penerimaan negara di bidang kepabeanan dan cukai,” ujarnya saat diwawancara Radar di kantornya Jalan Sutisna Senjaya Kota Tasikmalaya Rabu (29/7).

Untuk Tahun 2020 ini, sambungnya, target penerimaan negara yang ditetapkan untuk Bea Cukai Tasikmalaya adalah Rp 7.850.000.000 yang terdiri dari Bea Masuk sebesar Rp 50.000.000 dan Cukai Rp.7.800.000.000.

“Capaian penerimaan sampai dengan Semester 1-2020 adalah Rp. 11.582.189.700 atau 147,54% dari target yang ditetapkan terdiri dari Bea Masuk Rp. 97.015.000 dan Cukai Rp. 11.485.174.700,” jelasnya.

Capaian penerimaan tersebut tidak lepas dari peranan pegawai yang disiplin dalam melaksanakan tugas serta peran serta masyarakat dalam membantu memberikan informasi kepada Bea Cukai Tasikmalaya dalam rangka pengawasan yang lebih efektif dan efisien.

“Dalam melaksanakan penganggaran Bea Cukai Tasikmalaya berpegang pada prinsip penganggaran yaitu transparansi dan akuntabilitas, disiplin, keadilan, efisiensi dan efektivitas, serta upaya pencapaian hasil,” katanya.

Adapun nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Bea Cukai Tasikmalaya sampai dengan Semester-1 2020 adalah sebesar 98,65%. Artinya bahwa Bea Cukai Tasikmalaya telah melaksanakan penganggaran sesuai dengan prinsip-prinsip dan peraturan yang berlaku. “Bahkan, IKPA Bea Cukai Tasikmalaya terbaik Se-Jawa Barat,” ujarnya.

Indriya mengatakan, pihaknya bersama pemerintah terus berkomitmen untuk memulihkan ekonomi Indonesia agar dapat bertahan dan bangkit dari tekanan akibat pandemi covid-19.

“Pemerintah meluncurkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk memulihkan ekonomi Indonesia dengan melindungi masyarakat miskin dan rentan miskin serta mendukung dunia usaha (kecil, menengah, dan korporasi), BUMN dan perbankan agar dapat bangkit dari tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19,” katanya.

Pemerintah melakukan bentuk upaya nyata dari program PEN yang salah satunya berfokus melalui pemberian fasilitas relaksasi di bidang cukai.

Kebijakan terkait cukai di masa tanggap darurat covid-19 ini, antara lain melalui SE-04/BC/2020 tentang pembebasan cukai etil alkohol yang digunakan untuk pencegahan penyebaran covid-19, SE-05/BC/2020 tentang pengawasan dan pelayanan di bidang cukai dalam masa tanggap darurat covid-19 dan PMK-30/PMK.04/2020 tentang penundaan pembayaran cukai untuk pengusaha yang melaksanakan pelunasan dengan cara pelekatan pita cukai.

“Selain itu Kementerian Keuangan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 31/PMK.04/2020 untuk kawasan berikat dan industri kecil,” katanya.

Di bidang fiskal yang terbaru pemerintah mengeluarkan PMK 44/2020 Insentif PPh untuk Pengusaha KB dan KITE berupa Pembebasan PPh Pasal 22 Impor, Pengurangan PPh Pasal 25 sebesar 30% dan berlaku selama 6 bulan. (na)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.