Begini Panduan Ibadah Puasa Ramadhan & Idul Fitri di Pangandaran

247
0
SALAT MAGRIB. Masyarakat Kecamatan Parigi menunaikan salat Magrib berjemaah di tengah pandemi Covid-19 Senin (13/4). DKM masjid memberlakukan protokol kesehatan untuk jemaah. Kementerian Agama juga telah menerbitkan edaran tentang panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri di tengah Covid-19. FATKHUR RIZQI / RADAR TASIKMALAYA

PANGANDARAN – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran H Cece Hidayat menjelaskan Kementerian Agama (Kemenag) RI sudah menerbitkan edaran terkait Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441H di tengah pandemi Covid-19.

Surat edaran tersebut untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan syariat Islam sekaligus mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi pegawai serta masyarakat muslim di Indonesia, khususnya Kabupaten Pangandaran dari risiko Covid-19.

Menurut H Cece, terdapat 15 poin yang diatur dalam edaran tersebut. Mulai pelaksanaan sahur, tarawih, tadarus, buka puasa, mengatur tentang panduan pengumpulan dan penyaluran zakat, hingga peringatan Nuzulul Quran. Maka dalam surat edaran juga ibadah Ramadan dan Idul Fitri semua kegiatan ini disarankan untuk diselenggarakan di rumah.

Baca juga : Dishub Pangandaran Antisipasi Pemudik Lewat Jalan Tikus

“Seperti salat tarawih dilakukan secara individual atau berjamaah bersama keluarga inti di rumah. Selain itu sahur dan buka puasa dilakukan oleh individu atau keluarga inti, tidak perlu sahur on the road atau ifthar jama’i (buka puasa bersama, Red),” katanya kepada wartawan, Senin (13/4).

Selanjutnya, untuk kegiatan tilawah atau tadarus Al-Qur’an dilakukan di rumah masing-masing berdasarkan perintah Rasulullah SAW untuk menyinari rumah dengan tilawah Al-Quran. Maka, kata dia, Kantor Kemenag Kabupaten Pangandaran dalam meyosialisasikan tersebut membuat imbauan Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441H bersamaan pandemi Covid-19.

“Kemenag sedang membuat imbauan dalam bentuk puluhan baliho dan 5 ribu brosur untuk panduan melaksanakan kegiatan Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441H di tengah mewabahnya Covid-19. Yang intinya tidak boleh mengadakan tarawih atau tarling di masjid, tidak ada tadarusan berjemaah di masjid, buka puasa on the road atau kumpul-kumpul di luar, semuanya harus di rumahnya masing-masing,” ujarnya.

Pihaknya berpesan kepada masyarakat Pangandaran, dalam menjalankan ibadah Ramadan dan syawal ini, sedianya masing-masing pihak turut mendorong, menciptakan dan menjaga kondusivitas kehidupan ke­beragamaan. Tentunya dengan tetap me­nge­depan­kan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wat­haniyah dan ukhuwah basyariyah. Kemudian, senantiasa memperhatikan instruksi pemerintah pusat dan daerah setempat ter­kait pencegahan dan penanganan Covid-19.

“Kita bagian Tim Gugus Tugas sehingga bertanggung jawab dalam pengoptimalan realokasi, khusus Covid-19 Kemenag merujuk pada saran dari Bupati untuk membantu langkah penanganan pencegahan penyebaran Covid 19 ini,” katanya.

Selain itu, tentang pernikahan. Kemenag melarang calon pengantin (catin) ijab kabul di rumah tapi kita dorong di kantor KUA. Namun juga tetap catin harus menerapkan protokol kesehatan, seperti hand sanitizer, sarung tangan, masker, melakukan penyemprotan disinfektan dan di batasi 10 orang saja.

“Jadi sampai Juni ini terdapat 164 calon pengantin yang sudah terdaftar maka kita dorong agar mau ijab kabulnya itu ke Kantor KUA saja,” katanya.

Terpisah, Ketua DKM Masjid Al Hikmah Parigi Pangandaran Ustaz Yadi Sujadi mengaku setuju melakukan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah untuk menangani wabah virus Corona yang dahsyat ini.

Baca juga : Pemkab Pangandaran Siapkan Rapid Test Corona Massal

“Ketika salat tarawih banyaknya pendatang banyak kita akan mengikuti pemerintah akan diberhentikan (beribadah di rumah, Red). Tetapi kalau orang di sekitar sini saja bisa berjalan,” katanya.

Namun ketika masih dikategori­kan zona hijau, maka pengajian masih berjalan, Jumat masih berjalan. Kegiatan iba­dah semua­nya itu, ju­ga sesuai de­ngan ke­tentuan im­bauan tata cara pe­r­ibadatan da­lam situasi Co­vid-19, ten­­tunya de­ngan pro­tokol ke­sehatan. (riz)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.