Begini Potensi Ekonomi di Kabupeten & Kota Tasik Menurut AKA

76
0
radartasikmalaya.com
Ahmad Tazakka Bonanza (AKA) SPd MM.

CIHIDEUNG – Ekonomi masyarakat harus diselamatkan di tengah pandemi Covid-19. Pemerintah bertanggung jawab untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki.

Perekonomian masyarakat menjadi salah satu persoalan vital yang harus tetap dijaga stabilitasnya. Rusaknya perekonomian bisa menimbulkan konflik horizontal dan berbagai persoalan lainnya.

Ketua Umum Serikat Ekonomi Pesantren, Ahmad Tazakka Bonanza (AKA) menyebutkan Tasikmalaya merupakan daerah yang punya potensi ekonomi baik. Kabupaten Tasikmalaya dengan sumber daya alamnya dan Kota Tasikmalaya dengan wilayah urbannya.

“Baik itu pertanian, perikanan, perdagangannya juga,” terangnya saat bersilaturahmi ke Graha Pena Radar Tasikmalaya, Selasa (10/11).

Baca juga : Ada Kluster Keluarga Hampir di Semua Kelurahan, Kota Tasik Terancam Zona Merah Covid-19

Namun demikian, kata AKA, potensi tersebut tidak bisa didiamkan, tapi harus dikelola dengan baik.

Pemerintah dalam hal ini punya tanggung jawab untuk mengambil kebijakan yang bisa memaksimalkan potensi yang ada. “Karena ternyata fondasi ekonomi kita belum kuat saat ini,” tuturnya.

Untuk produktivitas, me­nurutnya, kemampuan para pelaku usaha di Tasikmalaya sudah cukup mumpuni. Pemasaran masih menjadi kendala, sehingga produk yang dihasilkan belum maksi­mal. “Masyarakat kita su­dah kreatif, tapi masih sulit meng­akses pasar,” ujarnya.

Menurutnya, ruang pemasaran tidak cukup hanya sekadar dicari saja. Perlu ada kolaborasi dan kerja sama supaya pemasaran produk-produk lokal bisa lebih maju.

“Misal kita kerja sama dengan sebuah komunitas atau kelompok pedagang, sehingga pemasaran bisa le­bih maksimal,” terangnya.

Di bidang pembangunan, Kota Tasikmalaya saat ini sudah menuju daerah metropolitan. Sehingga menjadi daerah yang dilirik para investor untuk membangun usaha besar. “Kita lihat di sini hotel-hotel terus bermunculan, karena ada potensi ekonomi jangka panjang,” katanya.

Perkembangan tersebut, sambung AKA, harus bisa dimanfaatkan masyarakat lokal, khususnya pelaku usaha. Jika tidak kemajuan ini hanya akan dimanfaatkan oleh segelintir orang dan pendatang saja. “Jangan sampai warga kita hanya jadi penonton atas kemajuan yang terjadi,” tuturnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.