Begini Sanksi yang Diterapkan Kepada Warga Kota Tasik tak Pake Masker

818
0

KOTA TASIK – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasik mulai memberlakukan sanksi denda bagi masyarakat yang kedapatan tak mengenakan masker saat keluar rumah.

Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwalkot) Tasikmalaya Nomor 29 Tahun 2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan pada Tempat dan Fasilitas Umum dalam Masa Pandemi Covid-19.

Dalam Pasal 11 ayat 2 Perwalkot itu dituliskan, setiap masyarakat yang tak mengenakan masker di tempat umum akan dikenakan sanksi berupa teguran, kerja sosial, atau denda sebesar Rp50 ribu.

Perwalkot tersebut mulai diundangkan pada 30 Juli 2020 dan berlaku mulai 1 Agustus 2020, Sabtu kemarin.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan mengatakan, saknsi denda tidak akan langsung diterapkan kepada masyarakat yang tak menggunakan masker. Namun, sanksi akan diberikan secara bertahap.

“Itu kan tidak langsung denda, tapi ada teguran, kerja sosial, baru denda. Gimana konteks petugas di lapangan. Dalam hal ini, yang ditugaskan adalah Satpol PP,” kata dia saat dihubungi wartawan, Minggu (02/08) malam.

Ia menjelaskan, mekanisme denda akan berlaku seperti tilang. Artinya, masyarakat yang didenda akan mendapat bukti denda.

Namun, denda tak akan dipungut langsung di lapangan.

Masyarakat yang dikenai sanksi denda akan ditahan KTP-nya sebagai jaminan.

Setelah itu, ia harus membayarkan denda dengan melakukan transfer ke rekening kas daerah.

“Jadi mekanismenya seperti tilang. Dikasih surat, KTP pelanggar ditahan sebagai jaminan, baru transfer ke rekening, ada buktinya baru dikembalikan KTP-nya,” ungkap Ivan.

“Jadi tidak boleh ada transaksi di lapangan dengan petugas atau tak boleh bayar tunai langsung,” terangnya.

Menurut Ivan, dalam dua hari ini pihaknya masih dalam tahap sosialisasi kepada masyarakat.

Penerapan denda akan mulai efektif mulai Senin (03/08).

Ia menambahkan, titik-titik yang akan menjadi fokus penegakan sanksi denda adalah wilayah pusat kota dan tempat-tempat lain yang memiliki potensi timbulnya keramaian.

Ia mencontohkan seperti pusat perbelanjaan, taman, tempat ibadah, dan fasilitas umum lainnya.

Dengan denda ini, jelas dia, masyarakat diharapkan lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Menurut dia, Pemkot Tasikmalaya tidak berharap mendapat dendan, tapi di lain sisi, masyarakat harus sadar untuk menerapkan protokol kesehatan.

Sebab, kata Ivan, selama ini masih ada masyarakat yang tak mengindahkan protokol kesehatan.

Karena itu, Pemkot Tasikmalaya  memberlakukan sanksi denda untuk masyarakat yang tak menggunakan masker.

“Intinya agar masyarakat lebih patuh pakai masker dan menerapkan protokol kesehatan. Itu tujuan utamanya. Ini kan bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk melindungi semua,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.