Belajar Daring di Kota Banjar Dianggap tak Optimal

73
0

BANJAR – Ketua Forum Pemuda Peduli Pendidikan (FP3) Kota Banjar Diky Agustaf menilai proses belajar daring atau jarak jauh tidak seefektif pembelajaran tatap muka (PTM). Ia meminta pemerintah memiliki standar operasional prosedur (SOP) jelas supaya belajar secara daring bisa optimal.

“Memang benar pembelajaran daring tidak berjalan efektif meski sudah berjalan beberapa bulan. Kami juga sebenarnya memperhatikan hal itu. Jujur kami sedikit kecewa,” ujar dia Kamis (29/10).

Dia berharap ada terobosan-terobosan baru mengenai SOP pembelajaran daring supaya bisa berjalan optimal. “Kalau sudah seperti ini, ya bagaimana lagi pembelajaran tatap muka memang dibutuhkan,” kata Diky.

Namun, kata dia, belajar secara tatap muka harus dilaksanakan dengan ketat perihal penerapan protokol kesehatannya. Supaya tidak memunculkan klaster sekolah. Sebab, saat ini penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Banjar ada dari klaster keluarga.

“Kami mendukung pemerintah ada rencana lagi untuk melaksanakan sekolah secara tatap muka. Namun dengan catatan, yakni protokol kesehatannya harus ketat. Sebab dari hasil pengecekan kami di lapangan ada sekolah-sekolah yang belum memenuhi standar protokol kesehatan. Untuk itu kami meminta adanya pengawasan yang ketat dari tim gugus tugas secara tegas, sekaligus adanya tauladan mengenai pelaksanaan prokes dari semua pemegang kebijakan,” kata dia.

Baca juga : 20 Sekolah di Kota Banjar Kembali Belajar Tatap Muka

Berbicara masalah sarana prasarana untuk pemenuhan protokol kesehatan di sekolah, pihaknya meminta agar segera mungkin Dinas Pendidikan menurunkan bantuan untuk sekolah.

“Satu kalimat yang kami pesankan kedisiplinan dalam pelaksanaan prokes dan kesinergian antara pemerintah dan masyarakat itu adalah modal utama untuk bisa menekan penyebaran virus Covid-19. Semoga negara kita bisa melaksanakannya,” harapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjar Lulmanulhakim medapat perintah dari Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih agar membuka kembali pelaksanaan sekolah tatap muka bagi sekolah yang berada di wilayah zona hijau. Hasil pemetaan sebaran kasus Covid-19, diperoleh sementara ada 20 sekolah yang akan melaksanakan balajar dengan tatap muka.

“Pelaksanaannya tetap menerapkan protokol kesehatan. Siswa menggunakan face shiled, kemudian rutin mencuci tangan dan menjaga jarak. Kemudian untuk sekolah juga harus mempersiapkan sarana pendukung protokol kesehatan,” kata dia. (cep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.