Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.6%

7.4%

69.9%

Belajar Daring Dinilai Belum Efektif, Pemkab Garut Minta Buat Terobosan

104
0
BANTUAN. Kajari Garut Sugeng Hariadi bersama Kasi Pidum Dapot Dariarma menyerahkan bantuan di Desa Jati Kecamatan Tarogong Kidul, kemarin. Serikat Guru Indonesia Kabupaten Garut menilai pembelajaran daring tak efektif. Yana Taryana / Rakyat Garut

TAROGONG KIDUL – Serikat Guru Indonesia (Segi) Kabupaten Garut menganggap pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar daring yang saat ini dilakukan tidak efektif.

Hal itu karena tidak semua orang tua siswa mampu menyediakan fasilitas penunjang, seperti perangkat hape dan kuota internet untuk belajar anaknya.

“Dari hasil riset metode PJJ ini, 60 persen tidak efektif. Bukan hanya di Garut, tetapi di seluruh Indonesia,” ujar Ketua Segi Garut Apar Rustam Ependi saat dihubungi Rabu (5/8).

Baca juga : Ratusan Prajurit TNI Yonif 303 Cibuluh Garut Dites Swab

Menurut dia, kejadian orang tua yang mencuri hape supaya anaknya bisa belajar online merupakan salah satu dampak buruknya pemberlakukan PJJ. Pihaknya juga prihatin sekaligus miris dengan adanya kejadian ini.

“Aksi pencurian ini memang tidak dibenarkan. Tapi kalau adanya kejadian seperti itu (mencuri hape untuk belajar online, Red), ini harus menjadi perhatian sangat tinggi dari pemerintah. Orang tua melakukan itu karena ekonominya sudah terjepit,” ujarnya.

Apar menambahkan ada kegagalan Pemkab Garut dalam meramu pembelajaran saat situasi Covid-19. Terobosan yang dilakukan Dinas Pendidikan Garut belum terlihat.

“Pembelajaran jarak jauh (PJJ) belum bisa mengakomodir seluruh lapisan masyarakat. Kami tentu khawatir dengan kondisi ini. Harus ada terobosan lain yang dilakukan,” ucapnya.

Perlu jadi catatan, secanggih apapun teknologi tak akan mampu mengganti kehadiran guru. Solusinya bisa dengan menerapkan modulasi seperti yang diterapkan Universitas Terbuka (UT).

“PJJ-nya kan di UT sudah efektif dan bisa dicontoh,” katanya.

Apar berpesan kepada Pemkab Garut masalah yang dialami bapak tersebut jadi pekerjaan rumah untuk diselesaikan. Jangan sampai terjadi ekses di masyarakat karena pembelajaran daring.

“Kalau tak bisa selesaikan, segera benahi birokrasi di Disdiknya,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang ayah di Kecamatan Tarogong Kaler nekat mencuri handphone (hape) untuk memenuhi kebutuhan anaknya belajar daring atau online. Kejadian ini terungkap setelah korban melakukan pencarian hape miliknya yang dicuri beberapa hari lalu.

“Saya itu inisiatif cari hape ayah saya pakai aplikasi pelacakan. Saat dicari, hapenya masih aktif,” ucap Ahmad, anak pemilik hape saat ditemui di salah satu kafe di Garut, Selasa (4/8).

Ahmad akhirnya menemukan lokasi hape ayahnya tersebut. Jaraknya tak terlalu jauh dari rumah ayahnya. Namun betapa kagetnya Ahmad saat mengetahui hape ayahnya itu berada di sebuah gubuk kecil.

Ahmad pun memberanikan diri masuk ke rumah tersebut. “Awalnya sih kalau hapenya ada, pelaku pencurian mau saya bawa ke kantor polisi. Cuma setelah ketemu, kok jadi sedih dan ada rasa kasihan,” katanya.

Ahmad yang datang bersama seorang temannya lantas meminta izin masuk ke rumah tersebut. Di dalam rumah, terdapat pasangan suami-istri dengan tiga anak.

Rumah tersebut berukuran 4×6 meter dan terbuat dari bilik bambu. Tak banyak perabotan di dalam rumah. Hanya ada satu lemari pakaian dan lemari piring. Kondisi rumahnya sederhana.

Baca juga : Kumuh, Puluhan Kios di Kerkof Garut Dibongkar

Salah seorang anak, dilihat Ahmad sedang belajar daring memakai hape yang diduga milik ayahnya yang dicuri. Ahmad pun semakin sedih dan miris karena hape itu ternyata dipakai untuk belajar.

Menurut Ahmad, anak tersebut duduk di kelas 1 SMP. Sedangkan kakaknya sudah putus sekolah dan adiknya yang paling bontot belum sekolah.

“Saya sangat nggak nyangka si bapak nyuri hape biar anaknya bisa tetap sekolah dan belajar daring. Dari situ saya langsung lemas. Apalagi waktu nunggu, saya lihat keluarga itu cuma makan sepiring mi instan dan dimakan bersama,” ujarnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.