Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

1.1%

88.5%

3.1%

0.3%

5.9%

0%

1%

0%

Belajar dengan Hati Waswas, Sudah 10 Tahun Ruang Kelas Terancam Ambruk

31
0
MEMPRIHATINKAN. Siswa-siswi kelas IV SDN Sirnasari Kecamatan Sariwangi Kabupaten Tasikmalaya belajar di kelas yang atapnya hanya ditopang kayu, Selasa (3/12). Para murid khawatir atap ambruk ketika belajar. DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Kondisi memilukan dialami 17 siswa-siswi kelas IV Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sirnasari Kecamatan Sariwangi Kabupaten Tasikmalaya.

Sebab para muridnya belajar di dalam kelas yang terancam ambruk dengan atap hanya ditopang bambu.

Salah satu siswi kelas IV SDN Sirnasari, Revina Fajri Rohmatilah (9) mengaku perasaan hatinya selalu waswas ketika hendak belajar di dalam kelas. ”Saya sering takut dan khawatir saat belajar atap ambruk,” ujarnya kepada wartawan Selasa (3/12).

Sebab, kata Fajri, atap kelasnya hanya ditopang kayu, karena sebagian atapnya sudah keropos. “Kalau hujan sering bocor ke dalam kelas, sehingga buku dan meja pasti basah,” tuturnya.

Guru kelas IV SDN Sirnasari Sovie Fauzi Syarif mengatakan kondisi kelas dengan atap yang ditopang kayu tersebut sudah cukup lama terjadi.

“Ya mau bagaimana, tidak ada lagi ruangan kelas, terpaksa (kelas yang keropos, Red) masih dipakai. Kalau hujan siswa sering belajar diteras dan lapangan sekolah,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi kelas tersebut otomatis mengganggu jalannya proses belajar. Termasuk sering membuat panik dan waswas para siswa.”

“Kami sering kebingungan ketika hujan datang, belajar di luar hujan. Sedangkan memaksakan di dalam kelas khawatir ambruk,” tuturnya.

Sovie mengaku kondisi ruang kelasnya tersebut sudah diusulkan ke pemerintah daerah agar mendapatkan perbaikan. Tetapi hingga kini belum ada respons.”Harapan kita bisa secepatnya dapat bantuan renovasi kelas, supaya anak-anak lebih nyaman belajar. Karena pihak sekolah sudah mengusulkan,” kata dia.

Operator SDN Sirnasari, Irwan Sohibul Muin SPd menuturkan kondisi kelas IV sudah rusak sejak tahun 2009 (akibat tak pernah diperbaiki, Red). Sehingga membuat atap lapuk, dan hanya ditopang memakai kayu “Setelah 10 tahun berlalu, kelas belum pernah direhab lagi, kita sudah coba usulkan ke UPT Pendidikan Sariwangi dan dina terkait, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi,” paparnya.

Menurutnya, pihak sekolah cukup kesulitan melaporkan kondisi kelas rusak ke sistem dapodik dinas terkait. Sebab kurang mengetahui penentuan kelas yang rusak ringan, sedang dan berat. “Kita sudah coba masuk ke sistem dapodik, melaporkan kelas rusak berat, tetapi jawabannya malah pakai dulu tempat lain, karena kalau memang kelas rusak kenapa masih dipakai, jadi kita bingung,” tutur dia.

Namun di tengah kebingungan pihak sekolah, lanjut dia, dinas terkait pernah menjanjikan akan memberikan bantuan rehab kelas di tahun 2020. “Sebenarnya tidak menjanjikan secara pasti, tetapi pihak dinas memberikan informasi, harapan dan asumsi di tahun 2020 akan ada progres bantuan ke SDN Sirnasari,” tandasnya. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.