Belajar di Rumah bagi Pelajar Kota Tasik Diperpanjang

383
0
BELAJAR DI RUMAH. Anggun, siswi kelas 2 SDN 1 Pengadilan, Tawang saat belajar di rumah Selasa (14/4) pagi. Pemerintah Kota Tasikmalaya akan memperpanjang masa siswa belajar di rumah sebagai upaya mencegah risiko penularan Covid-19.

BALE KOTA – Mengacu tingginya persentase Covid-19 di Kota Tasikmalaya, aktivitas belajar di rumah bagi siswa seluruh jenjang pendidikan diperpanjang.

Sejauh ini kegiatan belajar di rumah sudah berjalan sekitar 4 minggu. Sebelumnya masa belajar di rumah untuk siswa SD dan SMP akan berakhir sampai 21 April 2020. Dengan begitu, para siswa akan lebih lama lagi belajar di rumah.

“Kegiatan belajar di rumah kemungkinan kita perpanjang untuk mengurangi risiko lebih luas dari penyebaran virus ini,” kata Wali Kota Tasikmalaya H Budi Budiman saat ditemui di Bale Kota, Selasa (14/4).

Baca juga : Rencana Penutupan Sementara Masjid Agung Kota Tasik, Begini Kata Para Ulama..

Ia mengimbau siswa untuk mengikuti pelajaran di berbagai media yang memfasilitasi kegiatan pembelajaran secara on air. Termasuk memanfaatkan fa­silitas yang dimiliki Diskominfo Kota Tasik­malaya melalui aplikasi berbasis web.

“Silakan, itu bisa diakses. Kondisi daerah harus tetap dijaga, menekan risiko-risiko penularan dengan tidak keluar rumah kalau pun keluar rumah wajib mengenakan masker,” tuturnya.

Loading...

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya H Budiaman Sanusi menyebut saat ini tengah memusyawarahkan perpanjangan waktu siswa belajar di rumah tersebut.

“Surat edarannya insyaallah sedang dikonsep, kaitan waktunya nanti saja karena masih kami musyawarahkan,” ucapnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Ahmad Junaedi Sakan mendukung upaya Pemkot mengurangi risiko penularan di kalangan pelajar, melalui kegiatan belajar di rumah.

“Hanya saja kita dorong intensitas pengawasan kegiatan belajar di rumah ditingkatkan. Sebab, belakangan kita lihat masih ada anak-anak main di luar rumah,” katanya.

Dia meminta dinas terkait untuk berinovasi untuk mendorong metode belajar tidak jenuh. Peserta didik tidak merasa bosan di rumah meski harus tetap belajar.

Baca juga : Penghentian Sementara Aktivitas di Masjid Agung Kota Tasik Dibahas MUI & Tim Covid-19

“Nah kita harap para guru bisa berimprovisasi juga, sehingga metode belajarnya bisa mendongkrak minat siswa meski tetap di rumah,” harap dia.

“Termasuk peran orang tua sangat penting dalam bersinergi memastikan porsi belajar anaknya di rumah memenuhi kebutuhan dan standar kurikulum,” lanjut Jun. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.