SMK Satya Bhakti Kunjungi Industri

Belajar Langsung dari Ahlinya

10
Istimewa MENYIMAK. Siswa SMK Satya Bhakti (SBH) Tasikmalaya menyimak pemaparan dari perwakilan PT Biofarma di Bandung Kamis (10/1). Kunjungan tersebut dalam rangka studi banding.

TASIK – Meningkatkan pengetahuan dan wawasan siswa, SMK Satya Bhakti (SBH) Tasikmalaya melakukan kunjungan ke PT Biofarma dan Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) Bandung Kamis (10/1).

Kepala SMK SBH Tasikmalaya Mukhsy Arafah Sugandi mengatakan kegiatan ini diikuti siswa kelas X, XI dan XII dari Jurusan Farmasi dan Keperawatan. Di kelas siswa belajar teorinya, sekarang mereka diajak praktik langsung di lapangan agar semakin paham dengan ilmu yang dipelajari.

Melalui kunjungan ini, kata ia, siswa diberikan pengetahuan bidang kesehatan, mulai dari keperawatan sesuai standar dan pembuatan obat.

“Kunjungan pertama kita mendatangi PT Biofarma. Di sana siswa melihat langsung bagaimana proses pembuatan vaksin. Siswa juga dikenalkan tentang profil Biofarma yang merupakan BUMN pembuat vaksin terbesar se-Asia. Bahkan kita juga diajak ke museum of Biofarma,” terang Mukhsy kepada Radar, Jumat (11/1).

Selanjutnya, kata ia, rombongan mengunjungi Unjani. Siswa diajak untuk melihat sistem pembelajaran di sana.

Siswa pun diajak berkeliling ke laboratorium, melihat sarana dan prasarana praktikum.

“Kunjungan ini diakhiri dengan penandatanganan MoU antara SMK SBH Jurusan Keperawatan dengan Unjani.

”MoU ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah kami,” ujarnya.

Mukhsy berharap dari kunjungan ini bisa meningkatkan wawasan dan pengalaman siswa mengenai dunia farmasi dan keperawatan. Ia pun berharap kegiatan belajar di luar kelas ini bisa mendongkrak semangat belajar siswa.

“Siswa ini kelak menjadi calon tenaga kesehatan. Dengan kunjungan ini mereka punya gambaran dunia kerja dan industri di bidang medis,” ujarnya.

Di akhir kunjungan, sam­bung­nya, siswa diajak refreshing ke Trans Studio Bandung.

“Kegiatan bermain bersama ini tentu bisa meningkatkan keakraban dan kekeluargaan antar siswa dan guru,” pungkasnya. (ais)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.