Belajar Tatap Muka di Garut Tak Mungkin Digelar

126
0

PEMERINTAH Kabupaten Garut belum bisa membuka sekolah atau pembelajaran tatap muka pada awal tahun 2021 mendatang, meski pemerintah pusat sudah mengizinkan.

Hal itu dilakukan, karena kasus Covid-19 di Kabupaten Garut terus mengalami peningkatan setiap harinya.

“Kami belum bisa membuka (sekolah tatap muka), ditakutkan ada klaster baru (penyebaran Covid-19),” ujar Bupati Garut H Rudy Gunawan kepada wartawan, Sabtu (28/11).

Rudy menerangkan, jika sekolah tatap muka dibuka, ada 600 ribu siswa akan masuk sekolah. Jika ini dilakukan, dikhawatirkan kembali terjadi outbreak penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.

Baca juga : Pemkab Kembangkan Desa Wisata Sepanjang Rel KA Cibatu-Garut

“Kalau belum ada vaksinnya, kita akan evaluasi dulu belajar tatap muka ini. Ini sebagai antisipasi. Kami tidak ingin terjadi seperti di pesantren,” ujarnya.

Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman mengatakan dalam mempersiapkan dibukanya sekolah tatap muka pemerintah daerah terus melengkapi sarana dan prasarana untuk penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

“Sarananya kita lengkapi, seperti penyediaan sarana air bersih untuk cuci tangan. Karena tidak semua sekolah mempunyai fasilitas air bersih ini,” ujarnya.

Dengan fasilitas dilengkapi, kata dia, ketika belajar tatap muka ini dibuka, penerapan prokol kesehatan bisa dilaksanakan dengan baik. Wilayah yang dimungkinkan belajar tatap muka, kata dia, yakni selatan Garut. Di wilayah itu sebagian wilayahnya masuk zona hijau. “Kalau wilayah perkotaan, belum memungkinkan.

Karena zona merah dan aktivitas masyarakatnya tinggi, beda kalau di sekalatan aktivitas warganya tidak seramai di kota,” terangnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.