Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3%

19.7%

7.3%

70%

Belajar Tatap Muka di Garut Tunggu Instruksi Gubernur

90
0
RAMAH. Kepala KCD Pendidikan Wilayah XI Garut Asep Sudarsono dan Kepala SMKN 2 Garut Dadang Johar Arifin ditanya terkait sekolah tatap muka. yana taryana / rakyat garut

TAROGONG KIDUL – SMA/SMK sederajat di Kabupaten Garut belum bisa menentukan kapan dilaksanakannya belajar tatap muka di sekolah.

Saat ini pihak sekolah masih menunggu instruksi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Baca juga : 3 Warga Bayongbong Positif, Kasus Corona di Garut Kembali Bertambah

“Memang sudah ada rencana diberlakukannya belajar tatap muka di sekolah yang berada di zona hijau. Tetapi pelaksanaannya kapan, kita belum tahu masih menunggu instruksi dari Jawa Barat,” ujar Kepala SMAN 6 Garut Asep Suryana kepada waratwan Senin (3/8).

Menurut dia, informasi yang didapatnya, sekolah tatap muka bisa dimulai 14 Agustus. Namun keputusan resminya masih menunggu dari Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XI Garut.

Asep menyebut tengah menyiapkan sarana untuk sekolah tatap muka sesuai protokol kesehatan. Utamanya penyediaan tempat cuci tangan bagi para siswa.

“Kami menunggu rencana dari KCD untuk pelaksanaannya supaya ada izin dan resmi. Tapi informasinya, sekitar tanggal 14 Agustus,” ujarnya.

Menurutnya, Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) perlu diterapkan saat tatap muka diberlakukan. Dari jumlah siswa sebanyak 1.200, Asep menambahkan tak akan sekaligus masuk sekolah.

Pihaknya akan membagi siswa ke beberapa kelompok untuk bisa belajar tatap muka di sekolah yang berada di Kecamatan Tarogong Kidul itu. Namun teknisnya juga masih dirancang, menunggu keputusan dari KCD.

“Tatap muka tak sekaligus dilakukan tapi dibagi-bagi dulu selama 14 hari. Kalau ternyata aman, baru nanti diperpanjang lagi. Melihat kondisinya dulu,” ucapnya

Rencananya saat sekolah tatap muka nanti, hanya ada maksimal 18 siswa setiap kelasnya. Bahkan jumlah siswa per kelas bisa jadi lebih sedikit.

Para siswa juga diharuskan menggunakan masker dan akan dilakukan pengecekan suhu tubuh saat datang ke sekolah.

“Normalnya kan satu kelas itu ada 36 siswa. Tapi sekarang sepertinya hanya 18 atau kurang. Di kami ada 36 kelas yang bisa dipakai,” katanya.

Asep menambahkan, pihaknya masih membenahi protokol kesehatan di sekolah. Saat sekolah diizinkan untuk dibuka, pihaknya harus sudah siap dengan protokol kesehatan.

“Siswa juga tidak setiap hari masuk. Nanti dibagi-bagi, bisa jadi seminggu sekali atau tiga kali. Lihat nanti perkembangannya seperti apa,” terangnya.

Kepala KCD Pendidikan Wilayah XI Garut Asep Sudarsono mengatakan akan segera melakukan pemeriksaan kesiapan sekolah untuk melaksanakan tatap muka. Di Garut, terdapat 27 kecamatan yang masuk dalam zona hijau.

“Dari 42 kecamatan, baru 27 kecamatan yang masuk ke dalam zona hijau. Besok (Selasa) kami akan vicon dengan seluruh sekolah untuk mengecek kesiapannya menjelang kegiatan tatap muka,” ucapnya.

Baca juga : Awas..! Arus Balik Idul Adha Arah Tasik dan Garut Menuju Bandung Macet

Terkait waktu pembukaan sekolah tatap muka di zona hijau, Asep menyebut kemungkinan akan dilaksanakan 18 Agustus. Namun semuanya tergantung kepada kesiapan sekolah. “Jika sudah siap (sekolah tatap muka), akan dilaksanakan mulai 18 Agustus 2020,” terangnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.