Belajar Tatap Muka di Kota Banjar Ditunda, Ini Alasannya..

726
0
RAPAT KOORDINASI. Sekda bersama Disdikbud dan perwakilan kepala sekolah, MKKS saat rakor terbatas membahas pelaksanaan PTM di aula Disdikbud Kamis (7/1). Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
RAPAT KOORDINASI. Sekda bersama Disdikbud dan perwakilan kepala sekolah, MKKS saat rakor terbatas membahas pelaksanaan PTM di aula Disdikbud Kamis (7/1). Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
Loading...

BANJAR – Proses pembelajaran tatap muka (PTM) semester genap tahun pelajaran tahun 2020/2021 masa pandemi Covid-19 terpaksa ditunda. Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjar drs Ade Setiana.

Dia menjelaskan ditundanya pem­belajaran tatap muka semester genap di awal tahun ini karena memenuhi salah satu unsur sesuai peraturan Permendagri Nomor 1 tahun 2021 tentang pembatasan kegiatan mulai 11 sampai 25 Januari.

“Ya terpaksa kita tunda. Angka kasus positif Covid-19 di kota juga terus bertambah. Padahal kemarin bu wali sempat rapat dengan perwakilan kepala sekolah dan guru menyambut baik pelaksanaan PTM,” kata dia kepada wartawan sesuai rapat koordinasi terbatas persiapan pembelajaran semester genap di aula Disdikbud Kota Banjar, Kamis (7/1).

Menurut dia, pembatasan kegiatan dengan kriteria seperti aktivitas di rumah ibadah, pertokoaan, pasien di ruang isolasi dan lainnya, jika salah satu terpenuhi maka harus dilakukan pembatasan kegiatan dari 11 dengan tanggal 25 Januari.

”Kita tunggu saja dulu, sangat berat hati dan penuh dengan keprihatinan maka PTM ditunda sampai 25 Januari 2021. Sambil menunggu perkembangan bagaimana zona risiko yang ada di Kota Banjar,” jelasnya.

Loading...

Baca juga : Edukasi Pasien Covid-19 di Kota Banjar Bisa Dilakukan Satgas

Pemkot Banjar mengimbau seluruh elemen masyarakat, mulai dari dunia usaha, perguruan tinggi, sekolah agar mengikuti keputusan ini dengan baik.

Dia pun mengimbau agar masyarakat selalu melaksanakan 4 M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun serta menghindari kerumunan. “Kalau dulu 3 M sekarang 4 M,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdibud) Kota Banjar H Lukmanulhakim menambahkan untuk pelaksanaan PTM mengikuti peraturan yang ada, jika ditunda maka harus dilaksanakan demi keselamatan bersama.

“Ya sekarang kembali melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ, Red), daring atau luring seperti biasa. Padahal sekolah sudah persiapan dan menyambut baik pelaksanaan PTM 11 Januari mendatang,” ujarnya.

Kabid Dikdas Disdikbud Kota Banjar drs Ahmad Yani MPd mengaku berat jika pelaksanaan PTM atau KBM kembali ditunda. Karena sekolah SD dan SMP 95 persen siap melaksanakan PTM. Total ada 25 SMP dan 86 SD, MI dan MTs di Kota Banjar.

“Kita berdasar SKB 4 menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran tahun ajaran di masa pandemi Covid-19,” tandasnya.

Sebelumnya, kata dia, daerah zona hijau dan kuning boleh PTM tanpa seizin kepala daerah, dan sekarang terbaru tidak melihat zona tapi harus tetap ada izin dari kepala daerah.

Karena harus ditunda, kata dia, maka proses pembelajaran kembali dilakukan dengan PJJ, daring, luring seperti biasa. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.