Belajar Tatap Muka di Kota Banjar Maksimal 2 Jam

48
0
Dudu Nurzaman Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar
Dudu Nurzaman Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar
Loading...

BANJAR – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar Lukmanulhakim melalui Kasi Kurikulum Dudu Nurzaman mengatakan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah dibatasi maksimal dua jam. Proses belajar mengajar guru dan siswa itu dimulai pukul 07.30.

Selain waktu pelajaran yang dibatasi, jumlah siswa pun dibatasi. Siswa kelas enam Sekolah Dasar (SD) dibatasi hanya 10 orang dalam satu ruang kelas. Sedangkam Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas sembilan dibatasi sebanyak 15 siswa dalam satu ruang pelajaran.

“Jumlah siswa dan waktu pelajarannya dibatasi karena harus menerapkan protokol kesehatan. Tahap pertama jumlah sekolah yang diperbolehkan belajar tatap muka sebanyak 19 sekolah. Awalnya dua puluh, namun satu sekolah dicoret karena ada pembaharuan status Covid-19,” kata Dudu Nurzaman di ruang kerjanya, Kamis (5/11).

Baca juga : Penanganan Sampah di Kota Banjar Harus Dibenahi

Ia menjelaskan sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka khusus daerah zona hijau Covid-19 sudah masuk tahap kedua. Pada tahap kedua ini, ada penambahan jumlah sekolah sebanyak 34 SD maupun SMP. Ia merincikan sekolah yang berada di desa dan kelurahan di Kota Banjar yang diperbolehkan melaksanakan belajar tatap muka di antaranya di Kecamatan Banjar Kelurahan Banjar ada 7 SD dan 2 SMP. Kemudian di Desa Neglasari ada 3 SD, Desa Jajawar 1 SD dan 1 SMP.

Di Kecamatan Pataruman yakni di Kelurahan Mulyasari ada 2 SD. Kemudian Desa Binangun ada 1 SMP. Selanjutnya di Kecamatan Langensari yakni Kelurahan Bojongkantong ada 3 SD dan 1 SMP, kemudian di Desa Kujangsari ada 5 SD dan 2 SMP.

“Terakhir di Kecamatan Purwaharja di Desa Raharja ada 2 SD dan 1 SMP. Kemudian Desa Mekarharja 3 SD. Untuk pelaksanaan tahap kedua ini akan dibuka mulai 9 November 2020. Kita sudah usulkan ke Satgas dan surat pemberitahuan pembelajaran tatap muka sudah disebarkan ke sekolah. Uji coba tatap muka akan dilaksanakan dua minggu,” kata Dudu.

Loading...

Ia menambahkan, tahap pertama dan tahap kedua berjumlah 53 sekolah SD dan SMP Se-Kota Banjar. Tahap pertama sendiri sudah dimulai sejak tangga 2 november 2020. “Kesiapan sekolah sudah siap dengan protokol, izin ketua komite dan orang tua dan koordinasi dengan puskesmas dan Dinas Kesehatan sudah kami lakukan,” katanya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.