Belajar Tatap Muka di Kota Tasik Gagal, Jam Malam Dilonggarkan

1310
2
Setda Kota Tasikmalaya EVALUASI. Plt Wali Kota Tasikmalaya H Muhammad Yusuf saat memimpin rapat evaluasi Gugus Tugas Covid-19 di Bale Kota Tasikmalaya, Kamis malam (7/1).
Loading...

BUNGURSARI – Berdasarkan hasil rapat evaluasi Satgas Penanganan Covid-19 disimpulkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tatap Muka bagi siswa SD sederajat berat untuk direalisasikan.

Selain status Kota Resik masih zona merah Covid-19, angka kasus pasien yang menular belum menunjukkan progres penurunan signifikan.

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan menjelaskan pihaknya masih akan meninjau selama dua pekan ke depan.
Bagaimana, kata dia, Gugus Tugas konsen menurunkan zona merah yang memerlukan sinergitas berbagai pihak.

“Jadi kemarin belum membahas ke sana (belajar tatap muka, Red) Sepertinya masih belum mengarah untuk tatap muka. Karena zona masih belum memungkinkan,” ujarnya kepada Radar, Jumat (8/1).

Baca juga : Jadwal Shalat Wilayah Kota Tasik Sabtu (09/01/2021)

Loading...

Pihaknya memahami keinginan masyarakat akan putra-putrinya kembali bersekolah secara normal atau tatap muka. Interaksi dan sosialisasi serta pembentukan karakter akan lebih efektif ketika sekolah tidak dengan metode daring.

“Kami paham, orangtua ingin anaknya ke sekolah, anak-anak juga mulai jenuh. Tapi kondisinya seperti ini. Nah, Kantor Kementerian Agama dengan mitra kerjanya Senin depan juga akan kumpul membahas hal ini,” papar dia.

Menurutnya, Gugus Tugas saat ini dihadapkan dua peran. Di satu sisi, berupaya menanggulangi penyebaran Covid-19 lebih luas, di sisi lain harus menyukseskan program pemulihan ekonomi nasional.

“Termasuk kemarin pun kami dapat keluhan dari pegiat-pegiat usaha menengah. Maka kita evaluasi dengan memutuskan boleh untuk operasional jamnya sampai pukul 22.00 ,” kata dia.

“Dengan catatan, mereka harus siapkan petugas yang memastikan dan mengawasi protokol kesehatan usahanya,” sambung Ivan.

Pihaknya menekankan para pegiat usaha kembali berjalan dengan menyiapkan petugas khusus di masing-masing tempat usahanya. Dengan memastikan kelangsungan operasional memenuhi protokol kesehatan.

“Asalkan di internal ada petugas khusus mengecek kaitan protokol kesehatan. Kalau pengunjung tidak taat, bisa diarahkan oleh petugas itu,” tuturnya.

Ivan menjelaskan selain melonggarkan kembali jam operasional, tempat wisata pun kembali bisa diaktifkan. Seperti Situ Gede dan area olahraga di Kompleks Dadaha bagi masyarakat. “Namun Disporabudpar harus awasi dengan intens di sana. Supaya angka kasus aktif yang sudah turun ke 500-an ini tidak naik lagi,” harapnya.

Masih Riskan Melaksanakan
KBM Tatap Muka
Sampai saat ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya belum memutuskan mengenai dibukanya pembelajaran tatap muka di Kota Tasikmalaya. Meskipun, Kementerian Pendidikan telah mengumumkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran.

Bahkan melalui SKB 4 menteri itu, pemberian kewenangan penuh dalam menentukan izin pembelajaran tatap muka tersebut berlaku Januari 2021.

Tetapi penyesuaian kebijakan ini diambil sesuai hasil evaluasi yang dilakukan bersama kementerian dan lembaga terkait serta masukan dari para kepala daerah, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan yang menyatakan bahwa walaupun pembelajaran jarak jauh sudah terlaksana dengan terkendala.

“Status Kota Tasikmalaya yang hingga kini berstatus zona oranye Covid -19 dinilai masih sangat riskan untuk melakukan sekolah belajar tatap muka,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya H Budiaman Sanusi Jumat (8/1).

Menurutnya, pihaknya juga masih menunggu keputusan dari pemerintah daerah apakah kegiatan belajar normal atau tatap muka sudah bisa apa belum. Namun hingga kini kita belum mendapatkan izin dari wali kota sehingga pembelajaran tatap muka di Kota Tasikmalaya di Kota Tasikmalaya belum bisa dilaksanakan. “Sampai saat ini belum ada izin mengenai pembelajaran tatap muka,” kata dia.

Bahkan, saran dari berbagai pihak seperti dari Dinas Kesehatan, kepolisian dan yang lainnya, melihat kondisi penyebaran Covid-19 yang masih terus meningkat di Kota Tasik sangat riskan bila pembelajaran normal atau tatap muka dilaksanakan.

“Memang masih riskan, bahkan berbagai pihak menyarankan tidak membuka terlebih dahulu pembelajaran tatap muka ini,” kata dia.

Dinas Pendidikan sendiri manakala ada SKB empat menteri yang membolehkan pelaksanaan belajar tatap muka, pihaknya langsung melakukan persiapan-persiapan. Salah satunya dengan melakukan rapat bersama dengan pihak K3S dan MKKS.

Termasuk melakukan sosialisasi melalui surat edaran ke sekolah-sekolah terkait persiapan pelaksanaan kegiatan belajar tatap muka tersebut. “Sekolah-sekolah di Kota Tasikmalaya sudah siap ataupun belum, ya tergantung sekolahnya, ada yang siap ada pula yang belum siap,” kata dia.

Adapun kalaupun sudah ada sekolah yang menyatakan siap, baik secara infrastruktur termasuk protaf kesehatannya, tetap akan dilakukan pengujian oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Tasikmalaya.

“Kalaupun nanti sudah diizinkan, kemungkinan tidak akan langsung diberlakukan secara keseluruhan akan tetapi dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan kesiapan pihak sekolah,” kata dia.

Kepala SMPN 2 Kota Tasikmalaya Dra Hj Dadah Nahidah MPd mengatakan, persiapan protokol kesehatan untuk pembelajaran tatap muka itu sudah pihaknya siapkan pada awal ada rencana pembelajaran tatap muka di buka kembali.

“Sekolah kita ini sebetulnya sudah sejak awal menyiapkan, hanya saja sampai saat ini belum ada instruksi dari pemerintah,” kata dia kepada Radar di ruangannya Jumat (8/1/2021).
Namun untuk saat ini setelah adanya SKB empat menteri bahwa pada tangga 11 Januari 2021 mendatang akan dibuka, pihaknya sudah siap 100 persen.

“Kalau tidak ada perubahan itu, kami sudah siap sepenuhnya,” kata dia.

Kesiapan membuka pembelajaran tatap muka sudah betul-betul mantap di persiapkan oleh pihak sekolah. Kesiapan itu mulai dari tempat cuci tangan menggunakan hand sanitizer dan alat pengecek suhu atau thermo gun. “Bahkan kami sudah siap memberlakukan jarak ketika pembelajaran berlangsung nanti,” kata dia.

Rencananya bila nanti pembelajaran tatap muka di buka dan diizinkan oleh pemerintah, akan melaksanakan pembelajaran secara bergilir, seperti satu minggu kelas VII, satu minggu kelas VIII dan seterusnya. “Bagi yang sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka akan belajar secara daring,” kata dia.

Dadah meyakini, dengan banyaknya kelas di SMPN 2 itu, bila pembelajaran secara bergilir akan sangat leluasa penerapan protokol kesehatannya. “Termasuk sekolah sudah membentuk tim satgas yang melibatkan guru-guru,” kata dia.

Menurut dia, pembelajaran tatap muka itu, intinya bukan hanya memberikan pembelajaran yang lebih fokus juga akan terus menyosialisasikan tentang pencegahan Covid-19.

“Memberikan pemahaman tentang Covid-19 kepada siswa,” kata dia.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun (igi)

loading...

2 KOMENTAR

  1. Jgn korbankan anak anak terutama SD , mrk blm.mengerti apa2, kita org tua jgn menjerumuskan mrk ke dlm resiko terpapar covid 19…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.