Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3%

19.8%

7.3%

69.9%

Belajar Tatap Muka di Kota Tasik Masih Beresiko

138
1
ISTIMEWA. MENGAJAR VIRTUAL. Guru SDN 2 Manangga Kecamatan Bungursari melakukan kegiatan belajar-mengajar secara daring, Senin (27/7).
ISTIMEWA. MENGAJAR VIRTUAL. Guru SDN 2 Manangga Kecamatan Bungursari melakukan kegiatan belajar-mengajar secara daring, Senin (27/7).

TASIK – Merujuk hasil survei organisasi profesi Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) siswa hanya bisa menyerap materi belajar daring 30 persen. Meski begitu, pembelajaran daring ini masih akan terus dilakukan, mengingat sekolah tatap muka masih terlalu berisiko dilaksanakan di tengah pandemi.

Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman menegaskan, sekolah tatap muka belum diperbolehkan. Oleh karena itu, ia tetap menerapkan pembelajaran jarak jauh sampai waktu yang belum ditentukan.

“Tetap belajar dari rumah. Kalau tatap muka masih berisiko,” katanya kepada Radar, Senin (27/7).

Wali Kota memahami bahwa banyak masyarakat yang meminta sekolah dibuka kembali. Tetapi, kata ia, hal itu masih dilarang karena kesehatan adalah segalanya.

“Sekolah turuti saja surat edaran bersama yang berisi pedoman penyelenggaraan belajar dari rumah dalam masa darurat Covid-19. Itu juga masukan dari gugus tugas Covid-19,” ujarnya.

Kepala SDN 2 Manangga Cucu Juriah SPd SD menjelaskan demi menjaga kesehatan siswa, sekolahnya masih menggunakan metode belajar dari rumah. Namun, di sisi lain dari jumlah 280 siswanya, 1/3 nya tidak memiliki gadget.

“Kalau berbicara tataran ideal, memang paling bagus belajar tatap muka, hasilnya efektif dan ada ikatan batin dengan gurunya,” ujarnya.

Namun, karena pandemi Covid-19 pihak sekolah terus mengusahakan pembelajaran dengan daring. Selanjutnya bisa juga memakai televisi. “Sekolah sudah berusaha. Salah satunya melalui video pembelajaran yang dibagikan kepada siswa,” katanya.

Selain itu, pihaknya menyediakan modul untuk bekal siswa belajar di rumah. Semua itu, untuk tetap menjaga protokol kesehatan. “Kita berusaha agar anak bisa belajar. Sehingga tidak dirugikan,” ujarnya.

Selain itu, kalau pun pemerintah memperbolehkan membuka pembelajaran di sekolah, pihaknya siap. SDN 2 Manangga sudah menyediakan cek suhu badan, tempat cuci tangan, penyemprotan disinfektan, dan menyediakan hand sanitizer.
“Alat perlindungan diri sudah siap,” katanya.

Ketua Umum DPD PGM Kota Tasikmalaya Asep Rizal Asy’ari SPdI meminta pemerintah mencari solusi yang terbaik dalam penerapan sistem belajar tatap muka. Sebab, ada orang tua dan lembaga pendidikan ingin belajar secara normal meski dengan protokol kesehatan yang ketat atau waktu belajar yang dibatasi waktunya.

“Selain menggunakan PJJ, berharap bisa kembali bertemu dalam kegiatan belajar mengajar tatap muka,” katanya. (riz)

loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.