Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.2%

20.4%

8.1%

67.2%

Belajar Tatap Muka SMA/SMK di Kota Tasik Awal September

124
0
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya H Budiaman Sanusi SSos menjelaskan mengenai kebijakan pelaksanaan belajar tatap muka, Senin (17/8).

TASIK – Rencana pembukaan sekolah tatap muka 18 Agustus untuk tingkat SMA/SMK batal karena belum mendapatkan izin dari Satgas Covid-19 Provinsi Jawa Barat. Maka pembelajaran tatap muka targetnya akan dilakukan secara bertahap pada September.

Ketua MKKS SMA Kota Tasikmalaya Drs Aam Abdullah M SPd mengatakan bahwa SMA/SMK atau sederajat di Kota Tasikmalaya belum mendapatkan izin untuk sekolah tatap muka.

“Kemarin sudah mengusulkan pilot project untuk belajar tatap muka dari SMKN 1 Tasikmalaya dan SMAN 2 Tasikmalaya. Namun saat ini masih menggunakan sistem belajar dari rumah,” ujarnya kepada Radar, Senin (17/8).

Sekolah yang ditunjuk itu, kata ia, merupakan sekolah yang paling siap menyelanggarakan belajar dari kelas, mulai dari menyiapkan fasilitas belajar aman dari virus Covid-19 sampai menyiapkan Satgas sekolah.

“Wali Kota Tasikmalaya belum memutuskan kapan bisa sekolah. Dengar-dengar September bisa melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah,” katanya.

Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya Dr Abur Mustikawanto MEd membenarkan, sampai saat ini sekolah tatap muka masih verifikasi dan menunggu izin dari Satgas Provinsi Jabar dan Kabupaten/Kota Tasikmalaya.

“Rencana 18 Agustus belajar tatap muka diundur. Izin dari Satgas Covid-19 belum turun,” ujarnya.

Sambil menunggu keputusan, pihaknya mengimbau kepada guru dan siswa tetap melakukan kegiatan belajar mengajar dengan layanan daring atau luring. Selain itu jangan lupa terus menjaga kesehatan. “Maksimal belajar dari rumah dan utamakan kesehatan anak,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya H Budiaman Sanusi SSos menambahkan, bagi sekolah yang sudah selesai memenuhi syarat belajar tatap muka sesuai dengan protokol kesehatan, maka bisa mengajukannya kepada Satgas Covid-19.

Persyaratan tersebut antara lain menyiapkan guru sehat dan usianya di bawah 45 tahun, guru harus melakukan rapid test, menyediakan fasilitas sekolah berbasis pencegahan Covid-19 dan lainnya. Setelah itu terpenuhi, maka tinggal menunggu waktu evaluasi oleh Satgas dan Pengawas dari Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya.

“Kita akan cek dulu SMP yang di kecamatan zona hijau, kemudian PAUD atau SD,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menyediakan logistik alat tes Covid-19. Hal ini agar belajar tatap muka bisa berkelanjutan di tengah pandemi.

“Ketika belajar tatap muka berjalan. Diharapkan sekolah yang mendapatkan izin dari Satgas bisa terus memakai protokol kesehatan,” katanya.

Senada, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat menjelaskan ketentuan belajar tatap muka harus mengikuti ketetapan Satgas Covid-19 dan OPD terkait.

“Ketentuannya yakni mendapatkan izin dan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat,” ujarnya.

Untuk itu, ketika sekolah diusulkan untuk dibuka maka harus memperhatikan daya tampung sekolah, jam belajar, berpatokan pada zona hijau di tingkat kecamatan ataupun kelurahan. Hal ini untuk menghindari adanya klaster baru di dunia pendidikan.

“Jadi segala sesuatunya ada syarat. Maka ketika akan dilakukan tatap muka, kita memperhatikan jumlah laju virus, kalau terjadi lonjakan akan dipertimbangkan lagi,” tambahnya.

Pihaknya terus berkoordinasi dengan lembaga pendidikan, agar menemukan titik temu dan kesepahaman bersama dalam menekan penyebaran Covid-19. “Kemungkinan akan siapkan rapid test untuk guru,” ujarnya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.