Belajar Wudu, Murid Dilecehkan Oknum Guru

188
0
TERTUTUP. Sidang kasus pencabulan oknum guru berinisial Mun (52) kepada Anyelir (12) dilakukan secara tertutup di Pengadilan Negeri Tasikmalaya, Rabu (3/7). RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

TAWANG – Pengadilan Negeri (PN) Tasikmalaya melaksanakan sidang kasus dugaan pelecehan seksual seorang oknum guru madrasah berinisial Mun (52) terhadap siswinya Anyelir—nama samaran—yang masih berusia 12 tahun, Rabu (3/7).

Kasus tersebut terjadi di wilayah Kawalu. Mun beberapa kali melakukan aksi tak terpujinya kepada korban. Salah satu aksi cabulnya yakni pada tanggal 31 Maret 2019. Saat itu korban mengikuti kerja kelompok di salah satu rumah temannya. Terdakwa ikut hadir untuk membantu mengarahkan pengerjaan tugasnya.

Pada satu momen, Mun menghampiri Anyelir dan duduk di sampingnya. Lalu oknum guru itu memasukkan tangannya ke pakaian dan meraba bagian sensitif korban.

Pelecehan seksual berlanjut kembali pada 2 April 2019 dalam pelaksanaan praktik salat. Saat itu, Anyelir mengambil air wudu di toilet guru. Seketika terdakwa datang menghampiri dan mengangkat baju yang dikenakan korban. Mun sempat meraba bagian sensitif siswi berusia di bawah umur itu.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya Ahmad Sidiq mengatakan aksi pelaku tidak hanya dilakukan sekali saja. Kejadian 2 April tersebut merupakan puncak dari rangkaian aksi cabul yang sebelumnya pelaku lakukan. “Sudah sering dilakukan,” tuturnya usai sidang yang dilakukan tertutup itu kemarin.

Kasus itu terungkap pada kejadian terakhir di mana Anyelir langsung menangis dan mengadukan kepada keluarganya. Mun pun dilaporkan dan diproses untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Mun pun mengakui perbuatannya,” katanya.

Sementara itu kuasa hukum Mun, Mochamad Ismail SH MH mengatakan bahwa kliennya sudah mengakui apa yang didakwakan. Hal itu dilakukan karena Mun merasa khilaf. “Ya kalau sudah khilaf mau bagaimana,” katanya.

Mun pun, kata Ismail, sudah beritikad baik untuk meminta maaf kepada keluarga korban. Akan tetapi, hal itu bukan berarti proses hukum tidak berlanjut. “Klien saya sudah meminta maaf dan dia pun menerima proses hukum tetap berjalan,” tutur dia. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.