Belasan Lapak PKL Di Pasar Cikurubuk Hangus Terbakar

270
0
HANGUS. Warga pasar dan pedagang menyaksikan barang dagangan yang hangus terbakar di sekitar Pasar Cikurubuk, Minggu (8/9). firgiawan / radar tasikmalaya

MANGKUBUMI – Belasan lapak pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Pasar Cikurubuk Kelurahan Linggajaya Kecamatan Mangkubumi hangus terbakar, Minggu (8/9) sore. Masing-masing pedagang mengalami kerugian puluhan juta akibat insiden itu.

Hal ini terjadi ketika para pedagang sedang melakukan aktivitas jual-beli. Tiba-tiba kepulan asap tebal mengepul di masing-masing lapak yang didominasi kayu.

Salah seorang pedagang Rosita (39) mengatakan, saat kejadian dia sedang membereskan bon penjualan. Tiba-tiba muncul asap ke dalam lapak dagangannya hingga membuatnya sesak. “Saya kira di belakang ada yang lagi bakar-bakar, soalnya biasanya memang begitu,” ujarnya kepada Radar.

Setelah dia lari ke luar, dia melihat di atas lapak api sudah membesar. Seketika, lapak dan barang dagangan penjual tahu itu pun hangus tak terselamatkan. “Ada sekitar Rp 8 juta-an,” tuturnya.

Hal serupa dialami Mila Karmila (39), salah seorang pedagang sayur di lapak PKL tersebut. Saat muncul kepulan asap masuk ke lapaknya, dia tidak sadar ada kebakaran. “Saya masih di dalam, di kasih tahu kebakaran saya langsung ke luar,” tutur dia.

Barang dagangannya baru saja sampai dan siap untuk dijual. Dia pun hanya bisa meratapi sayur-sayuran dan keperluan dapur dagangannya yang sudah gosong dengan kerugian lebih dari Rp 30 juta. “Apalagi cabai rawit sekarang lagi mahal, sudah enggak ada yang bisa diselamatkan,” kata dia.

Loading...

Kapolsek Mangkubumi Ipda Agus Predi mengatakan, ada sekitar 14 lapak PKL yang hangus terbakar. Kebakaran diduga akibat korsleting listrik yang memunculkan percikan api. Diketahui listrik tersebut menumpang dari pasar HPKP 1. “Dugaan sementara dari korlesting listrik,” tuturnya.

Hasil penyelidikan sementara, titik kebakaran pertama yakni di sebuah lapak warung nasi. Di sana sempat terjadi beberapa kali ledakan yang cukup keras. “Karena ada tabung gas di situ,” ujar dia.

Ditekankannya, area yang terbakar merupakan lapak PKL yang tidak masuk dalam wilayah Pasar Cikurubuk maupun HPKP. “Ini tadinya lahan kosong yang diisi pedagang, di luar wilayah Pasar Cikurubuk dan HPKP (HPKP 1),” ujar dia.

Pengguna lapak warung nasi, Heni Nurhayati (43) mengatakan, saat kejadian dia sudah pulang ke rumahnya di Singaparna. Dia pun kaget saat mendapat informasi lapak dagangannya terbakar. “Saya sudah di rumah, jadi enggak tahu kenapa bisa kebakaran,” kata dia.

Ketua Regu 1 Pemadam Kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP-Damkar) Kota Tasikmalaya Asep Herdiyana menyatakan, pemadaman api yang melahap kios-kios itu memerlukan waktu satu jam. Pihaknya menerjunkan dua unti aramada damkar untuk menaklukan si jago merah. “Kebakaran mulai pukul 16.00 dan api berhasil dipadamkan pada pukul 17.00,” kata dia.

Menurut dia, api terlihat begitu cepat menghanguskan 14 kios itu karena bangunannya terbuat dari kayu. “Alhamdulillah, meski cepat, hanya dua unit armada sudah bisa dipadamkan. Dan pendinginan kita hanya memerlukan 30 menit,” ujar dia. (rga/ujg)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.