Belasan Napi Narkotika Dipindah

96
0
MENDATA. Petugas Lapas Klas III Banjar mendata belasan napi pindahan dari Lapas Klas IIA Narkotika Jalekong Bandung Jumat (17/5). Mereka dipindah karena kapasitas di Lapas Jalekong penuh. (Cecep herdi / radartasikmalaya.com)
Loading...

BANJAR – Sembilan belas narapidana kasus narkotika dan obat-obatan terlarang dari lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jalekong Baleendah Bandung dipindahkan ke Lapas Kota Banjar. Alasannya, di Lapas Jalekong kapasitasnya sudah melampaui batas.

“Awalnya mau dipindah 40 napi, namun saya tolak karena kapasitas di sini juga tidak akan mencukupi. Akhirnya kami terima 20 napi, tapi yang satu orang dipulangkan lagi ke Lapas Jalekong karena kondisinya sakit,” kata Kepala Lapas Banjar Agus Wahyono di ruang kerjanya Jumat (17/5).

Kata dia, kapasitas di Lapas Klas III Banjar masih memungkinkan menerima narapidana pindahan meskipun jumlahnya terbatas. Saat ini, jumlah napi yang menghuni Lapas Banjar tidak termasuk napi pindahan narkotika sebanyak 246 orang.

Kapasitas Lapas mampu menampung sebanyak 400 narapidana. “Kapasitas Lapas dibagi per blok, satu blok mampu menampung 100 orang,” katanya.

Setelah ada napi narkotika pindahan dari Lapas Jalekong, jumlah napi narkotika di Lapas Banjar saat ini 108 orang.

“Mulai menempati Lapas ini hari ini (kemarin, Red). Risikonya bagi keluarga mereka, kan rata-rata napi ini dari luar Banjar jadi mereka yang biasanya sering dibesuk, mungkin sekarang karena jauh jadi bisa sebulan dua kali atau sebulan sekali,” terang Agus.
Pembinaan Keagamaan.

Agus mengatakan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas III Banjar mengikuti pembinaan keagamaan rutin selama Ramadan di Masjid Baiturrahman Al-Munibin Lapas.

Loading...

Pembinaan keagamaan dilaksanakan setiap hari setelah buka puasa. “Warga binaan yang ikut kegiatan tersebut dari blok A, blok D dan poliklinik yang berjumlah sekitar 60 orang,” ujarnya.
Kegiatan tersebut untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga binaan. “Harapan kita seperti itu, biar warga binaan sadar, taubat. Tidak terjun ke perbuatan sebelumnya,” ungkapnya.

Tidak hanya diberi pembinaan keagamaan, tapi mereka juga dibekali keilmuan lainnya atau skill. Supaya ketika mereka keluar dari Lapas bisa menjadi orang yang bermanfaat dan diterima baik oleh masyarakat. (cep/nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.