Belasan Tempat Usaha di Kota Tasik Ditutup Selama November, Ini Sebabnya..

336
0
Kasi Dalops Satpol PP Kota Tasik, Sandi Apriyadi bersama Tim Gugus Tugas melakukan operasi jam malam tempat usaha, Selasa (08/09) malam. istimewa for radartasikmalaya.com
Loading...

KOTA TASIK – Pelaku usaha di Kota Tasikmalaya yang diberikan sanksi penutupan sementara tempat usahanya mengalami peningkatan pada bulan November 2020.

Berdasarkan data dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tasik, sepanjang November terdapat 19 tempat usaha yang dikenakan sanksi penutupan sementara, akibat melanggar Protokol Kesehatan (Prokes).

Kabid Trantibumas, Yogi Subarkah mengatakan, penutupan tempat usaha tak dilakukan semena-mena oleh petugas.

Menurut dia, tempat usaha yang ditutup sebenarnya sudah diberikan teguran atau peringatan.

“Kita sudah beri peringatan sebelum penutupan, atau sudah beberapa kali ditegur tapi masih tetap abai,” kata dia saat dikonfirmasi wartawan melalui ponselnya, Rabu (2/12) malam.

Loading...

Terang dia, petugas selalu memberikan peringatan kepada pelaku usaha yang dianggap melanggar protokol kesehatan.

Selain itu, alasan lain peringatan diberikan kepada pelaku usaha adalah karena operasionalnya melebihi batas yang sudah ditentukan.

Yogi menjabarkan, saat ini sudah tak diberlakukan pembatasan kegiatan malam di Kota Tasik.

Namun, seluruh pelaku usaha hanya diperbolehkan beroperasi maksimal hingga pukul 23.00 WIB.

“Kalau melanggar jam oprasional, termasuk jika masih ada aktivitas berkerumun di tempat tersebut, kita beri peringatan. Penutupan dilakukan jika setelah peringatan pertama tak ada perbaikan,” bebernya.

Berdasarkan data Satpol PP Kota Tasik, sejak diberlakukannya penindakan untuk para pelanggar protokol kesehatan pada 10 Agustus, sudah 125 pelaku usaha yang diberikan peringatan tertulis.

Sebanyak 50 di antaranya berakhir pada sanksi penutupan sementara.

Dari 50 tempat usaha yang ditutup sementara, tujuh di antaranya terjadi pada Agustus, delapan tempat usaha pada September, 16 tempat usaha pada Oktober, dan 19 tempat usaha pada November.

Untuk pelanggar protokol kesehatan secara perorangan, sebanyak 3.752 orang telah dikenakan sanksi sosial. Sementara itu, 278 orang dikenakan sanksi denda.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.