Belum Ada Keberatan soal UMK

38
0

PANGAN­DARAN – Bupati Pangan­daran H Jeje Wiradinata mengatakan sebagian hotel di Pangandaran masih menggaji karyawannya dibawah Upah Minumum Kabupaten (UMK).

“Kalau di pabrik sudah disiplin soal UMK, tapi yang di hotel ini kurang disiplin dan masih ada persoalan,” ujarnya kepada Radar saat ditemui di PT Pecu, Jumat (20/12).

Jeje menegaskan pihaknya sudah menerima laporan terkait adanya beberapa hotel yang masih memberikan gaji dibawah UMK. ”Ada beberapa laporan yang masuk ke saya, makanya dalam kurun waktu Desember sampai dengan Januari, saya akan turun mengecek,” terangnya.

Menurut dia, pengawasan pemberian gaji di pabirk besar masih bisa dilakukan oleh Serikat Pekerja. Sementara di hotel belum ada perhimpunan atau serikat yang menampung para pekerja. ”Jadi kelemahannya itu (tidak ada perhimpunan atau serikat, Red), kalau di Pecu ini sudah ada Serikat Pekerja,” ujarnya.

Ke depan bukan tidak mungkin akan didorong pembentukan Serikat Pekerja di perhotelan. ”Namun sejauh ini masih sulit, karena manajemenya jauh sekali dengan pabrik,” tuturnya.

Sejauh ini, tambah Jeje, belum ada perusahaan yang mengajukan keberatan mengenai penetapan UMK Kabupaten Pangandaran yang mencapai Rp 1,8 juta. ”Tahun kemarin juga tidak ada yang mengajukan keberatan,” terangnya.

Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran Dadang Gunawan membenarkan adanya hotel yang membayar karyawannya dibawah nilai UMK Pangan­da­ran. ”Ia me­mang ada tapi tidak ba­nyak, tidak sam­pai 1 per­sen,” ujarnya.

Menurut Da­dang, pem­berian upah di­bawah UMK itu ha­nya di­beri­kan ke­pada kar­yawan kon­trak atau ti­dak tetap. ”Kalau kar­yawan te­tapnya su­dah digaji se­suai UMK,” tuturnya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.