Belum Ada Pengadang Peretas

31
0

BUNGURSARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya sedang berupaya mewujudkan program smart city yang menitikberatkan pada kecanggihan sistem digital. Akan tetapi, sampai saat ini pemerintah belum memiliki tim ahli untuk mengadang para peretas.

Hal tersebut diakui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tasikmalaya Drs H Asep MP. Menurut dia, kasus peretasan mesin running text di SMK Yapsipa sebagai cermin rentannya produk digital diretas. “Memang, kasus itu juga menjadi pembelajaran untuk kami,” kata kepada Radar, Jumat (29/11).

Sejauh ini pihaknya belum memiliki sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni untuk menjadi penjaga keamanan fasilitas digital. Adapun beberapa SDM yang ditempatkan sebagai tim IT belum mumpuni dalam hal security system. “Kalau mendeteksi bisa, tapi belum bisa sampai mengatasi,” tuturnya.

Pihaknya akan terus berupaya melakukan perbaikan. Di antaranya dengan meningkatkan kualitas kinerja di bidang IT. “Minggu depan kita kirimkan enam orang untuk Diklat peningkatan kapasitas di bidang IT,” katanya.

Ke depannya, dia akan berupaya untuk menyiapkan tim yang andal menangani permasalahan digital. Bukan hanya di wilayah Diskominfo, namun juga peralatan digital di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya. “Semua aplikasi dan website yang digunakan oleh Pemerintah Kota Tasik,” katanya.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu terjadi sebuah kasus peretasan yang menimpa SMK Yapsipa Kecamatan Cihideung. Alat running text di sekolah kejuruan itu diubah menjadi kalimat yang tidak pantas. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.