Belum Ada Titik Terang BLT yang Disoal Nelayan Pangandaran

106
0
MENJALA. Nelayan jala arad di Pantai Batukaras menjala ikan beberapa waktu lalu. Mereka berharap bantuan dari pemerintah bisa merata kepada nelayan. deni nurdiansah / radar tasikmalaya
MENJALA. Nelayan jala arad di Pantai Batukaras menjala ikan beberapa waktu lalu. Mereka berharap bantuan dari pemerintah bisa merata kepada nelayan. deni nurdiansah / radar tasikmalaya

PANGANDARAN – Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran belum menemukan titik terang terkait bantuan langsung tunai (BLT) yang sempat dipermasalahkan nelayan Pangandaran beberapa waktu lalu.

Kabid Perikanan Tangkap Dinas Keluatan Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran Rusmana mengatakan yang mendapatkan bantuan sosial itu tidak hanya nelayan saja.

“Pemdudidaya ikan, pengolah ikan, pemasar dan petambak garam juga dapat bantuan itu,” katanya kepada Radar, Rabu (12/8). Kata dia, sebagian pembudidaya dan pengolah ikan juga ada yang belum mendapatkan bantuan sosial tersebut.

“Bahkan untuk pembudidaya ikan sempat ada verifikasi data, tapi bantuan itu keburu turun,” katanya.

Baca juga : RSUD Pandega Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan

Lanjut dia, berdasarkan data yang ada penerima bansos dari kalangan nelayan baru 1.615 orang dari data nelayan yang terdampak sebanyak 4.260. Sementara pembudidaya baru 464 dari 679 orang, pengolah ikan yang sudah menerima sebanyak 241 orang dari 322, pemasar ikan baru 9 orang dan petambak garam baru 5 orang.

Loading...

“Waktu saya ajukan data yang terdampak itu, tidak ada keterangan dari kementerian bahwa data itu akan digunakan untuk penyaluran bantuan,” jelasnya.

Sampai saat ini, pihaknya belum tahu data mana yang digunakan oleh Kementerian Sosial untuk menyalurkan bantuan langsung tersebut. “Tidak dikasih tahu sama sekali,” ucapnya. Namun pihaknya tetap akan memperjuangan para nelayan, pembudidaya ikan dan lainnya yang belum mendapatkan bantuan.

Salah seorang nelayan di Bojongsalawe Ruspana (50) mengatakan sebagian nelayan memang ada yang tidak mendapatkan bantuan sosial. Namun ada satu keluarga yang malah mendapatkan bantuan. “Jadi kan bapaknya nelayan, kemudian anaknya dapat juga karena pengolah ikan,” ucapnya. (den)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.