Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.4%

7.3%

70.2%

Belum Dinikmati Warga, Proyek SAB Balokang Patrol Kota Banjar Disuntik Lagi Rp16 M

122
0

BANJAR – Sumber Air Baku (SAB) Balokang Patrol di Desa Jajawar kini membuka babak baru. Proyek yang dimulai lima tahun lalu dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp 18 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum itu akan kembali disuntik anggaran sekitar Rp 16 miliar tahun depan.

Anggaran itu untuk pemasangan pipa baru. Pipa dipasang kembali untuk mengalirkan air baku dari bak penampung Sumber Air Baku Desa Jajawar ke lokasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Desa Cibeureum sepanjang kurang lebih 4,69 kilometer.

Pembangunan pipa berdiameter 400 milimeter itu akan dilakukan tahun depan oleh PPK Air Tanah dan Air Baku BBWS Citanduy di jalur pipa yang sudah ada (jalur eksisting).

“Pagu anggaran kurang lebih Rp 16 miliar, diameter pipa yang akan dipasang nanti sekitar 400 milimeter dengan panjang mencapai 4,69 kilometer di jalur eksisting. Rencana pemasangan pada tahun 2021 nanti,” ungkap PPK Air Tanah dan Air Baku BBWS Citanduy Ridwan melalui Humas BBWS Citanduy Asep Selasa (8/9).

Sementara itu, saat ini, pipa yang sudah terpasang tetap ada, namun kondisinya rusak. Dalam uji coba operasional beberapa waktu lalu, air baku selalu gagal mencapai lokasi IPA Cibeureum.

Baca juga : Pemkot Banjar Mulai Usulkan Pencairan DID Rp11,9 M ke Pusat

Pemerhati pemerintahan Sidik Firmadi menyayangkan pembangunan Sarana Air Baku Balokang Patrol di Desa Jajawar Kota Banjar belum juga berfungsi untuk pemenuhan kebutuhan air di masyarakat sekitar.

“Ini ada apa? Proyek itu didanai oleh uang masyarakat loh, bukan uang pribadi. Tapi dari tahun 2015 sampai sekarang, mana belum ada manfaatnya bahkan bisa saya bilang itu proyek gagal yang menghambur-hamburkan uang rakyat saja,” kata Sidik.

Dosen di salah satu perguruan tinggi di Kota Banjar ini mendesak penegak hukum segera memberi perhatian terhadap proyek itu. Kenapa tidak bisa berfungsi sampai sekarang. Padahal sudah dibangun sejak tahun 2015.

“Kalau dilihat dari kontrak kerjanya, itu seharusnya sudah berfungsi dan sudah bisa difungsikan untuk menyuplai air bersih ke masyarakat di dua kecamatan. Namun saat ini terus saja dibangun ini itu tapi tidak pernah ada azas manfaatnya. Lantas anggaran untuk pembangunan pipa yang lama itu hilang begitu saja, siapa yang bertanggungjawab atas penggunaan anggaran untuk pembangunan pipa yang lama itu?” tanya Sidik.

Ketua lembaga pemerhati kinerja pemerintah Kota Banjar Ryan Rusdiana Mustofa berharap aparat penegak hukum (APH) mau memproses persoalan pembangunan Sarana Air Baku Balokang Patrol.

“Kita berharap aparat penegak hukum melek soal permasalan yang sedang bergulir ini. Jangan sampai ada dugaan penyelewengan penyimpangan dalam pembangunan itu namun tidak ditindaklanjuti. Kita berharap Kejaksaan mau mendalami proyek yang terus anggarkan namun tak selsai-selsai ini,” kata dia.

Persoalan tahun lalu, kata dia, PDAM tidak bisa menggunakan Air Baku Balokang Patrol lantaran listrik untuk menghidupkan diesel sudah dicabut pihak PLN. Kemudian kembali dianggarkan untuk pemasangan listrik sebesar 334 KVA beserta beberapa penyempurnaan sarana di Balokang Patrol dengan anggaran Rp 689 juta.

“Ini harus segera diselesaikan supaya balokang patrol segera berfungsi dan tidak terus-teruskan menghambur-hamburkan anggaran pemerintah,” kata Ryan. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.