Pemkot Masih Mengekor Program Pemerintah Pusat

Belum Hadir Inovasi Atasi Kemiskinan

14

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

INDIHIANG – Pemerintah Kota Tasikmalaya belum memiliki program pengentasan kemiskinan. Adapun anggaran untuk bantuan warga miskin sampai saat ini masih mengacu kepada penerima program bantuan pemerintah pusat.

Kasubbid Sosbud Bappelitbangda Kota Tasikmalaya Mia Astuti mengoreksi bahwa yang belum dimiliki Pemkot bukan standarisasi kemiskinan. Karena pada dasarnya penentuan garis kemiskinan sudah ada di Badan Pusat Statistik (BPS) yang menentukan garis kemiskinan. ”Kan sudah ada penetapan garis kemiskinan dari BPS,” ungkapnya kepada Radar, Kamis (11/1).

Untuk data calon penerima bantuan dikeluarkan oleh Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial (Kemensos). Untuk mengantisipasi bantuan tidak tepat sasaran, data itu diverifikasi kembali oleh Dinas Sosial.

Adapun yang belum dimiliki Pemerintah Kota Tasikmalaya yakni program pengentasan kemiskinan yang murni inovasi daerah. Saat ini upaya tersebut hanya mengacu kepada program pusat seperti halnya BPJS dan lainnya. “Jadi lebih kepada kewajiban melaksanakan program dari pusat,” terangnya.

Maka dari itu, pengentasan kemiskinan yang dianggarkan di APBD hanya untuk mengakomodir penerima bantuan dari program pemerintah pusat. Ketika ada warga miskin yang belum terdata sebagai penerima bantuan pemerintah pusat, pemda pun tidak bisa menanggulanginya. “Karena tidak ada anggarannya,” tuturnya.

Mia menambahkan ada dua jenis kemiskinan. Pertama yang relatif di mana orang atau keluarga tersebut memiliki potensi penghasilan namun belum optimal.

Pemerintah berkewajiban membantu mengoptimalkan penghasilannya. “Satu lagi yang absolut, yaitu lansia yang sudah tidak bisa mencari penghasilan,” terangnya.

Terpisah, anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya H Mamat Rahmat menilai bahwa program pengentasan memang belum maksimal. Hal ini terlihat dari masih banyaknya warga miskin di Kota Tasikmalaya. “Kalau sudah optimal, pengurangan warga miskin pun akan signifikan,” tuturnya.

Dia meminta Pemkot supaya punya formula dalam pengentasan kemiskinan yang salah satunya dalam hal peningkatan SDM. Karena ketika SDM masyarakat sudah bagus, kemiskinan pun otomatis berkurang.

“Kalau SDM sudah bagus, mereka bisa berpikir dan berusaha untuk keluar dari garis kemiskinan,” katanya. (rga)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.