Belum Masuk Kategori Darurat

6

Ketua Komisi Fatwa MUI Kota Ta­sikmalaya KH Udin Sa­dudin menegaskan bahwa kandungan babi sudah jelas di­larang oleh agama. Pa­salnya hal itu akan berefek buruk ke­pada kesehatan masyarakat.
“Agama tidak semata-mata meng­haramkan babi,” ungkapnya saat dihubungi Radar, Rabu (22/8).

Menurutnya, meskipun ditujukan bagi kesehatan, namun kondisi saat ini tidak termasuk dalam kategori darurat. Dia yakin masih banyak cara dan jenis vaksin yang lebih baik untuk digunakan. “Darurat itu misalkan kita kelaparan di satu tempat dan di situ hanya ada bangkai atau daging babi, itu pun secukupnya saja tidak boleh dibawa pulang,” tuturnya.

Jika penggunaan vaksin mengandung babi diperbolehkan dengan dalih untuk kesehatan, kata dia, maka hal ini akan merembet kepada hal lain. Salah satunya yakni diperbolehkannya mengonsumsi minuman keras jenis jamu.

“Arak kan juga dalihnya jamu untuk kesehatan, tetap saja itu tidak diperbolehkan karena lebih banyak mudarat-nya,” tegasnya.
Sementara itu, menurut Prof Amin sebenarnya sudah cukup jelas. Yakni pada dasarnya memang vaksin MR tersebut memang mengandung babi maka diharamkan. Tapi, akhirnya boleh

dipergunakan dalam keadaan darurat untuk keselamatan jiwa dan menghindari dari wabah. ”Harus ada pernyataan dari kementerian kesehatan bahwa saat ini memang belum ada penggantinya vaksi tersebut,” ungkap dia.

Masyarakat diminta untuk mempertimbangkan bahayanya bila tidak diberi vaksin. Generasi yang akan datang bisa mengalami kelainan atau gangguan hingga kecerdasanya menurun. Karena terjadi kelainan atau ganguan di syaraf.

Kedepan dia juga berharap pemerintah Indonesia yang telah punya fasilitas pembuatan vaksin itu bisa mencari bahan alternatif untuk pembuatan vaksin selain babi. Lantaran yang sekarang yang ada di pasaran masih menggunakan enzim atau protein babi untuk media tumbuh. ”Indonesia punya vasilitas pembuatan vaksin sehingga kedepan bisa membuat vaksin tanpa cemaran babi,” ungkap Amin. (rga/lyn/jpg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.