Adik dan Kakak di Sindangkasih Mengalami Gangguan Jiwa

Belum Menikah, Berawal karena Bakar Jimat dari Dukun

274
0
ISTIMEWA. GANGGUAN JIWA. Agus Darus (36) saat menjalani perawatan di rumah keluarganya di Kecamatan Sindangkasih, Ciamis. Kini dia dan adiknya, Popon Ponira (30) dirawat di RSJ Cisarua, Bandung.
ISTIMEWA. GANGGUAN JIWA. Agus Darus (36) saat menjalani perawatan di rumah keluarganya di Kecamatan Sindangkasih, Ciamis. Kini dia dan adiknya, Popon Ponira (30) dirawat di RSJ Cisarua, Bandung.

Mereka kakak adik. Laki-laki dan perempuan. Keduanya mengalami gangguan jiwa 10 tahun terakhir. Mereka belum menikah. Keluarga mengusahakan agar keduanya sembuh dan bisa berumah tangga.

Iman S Rahman, Wartawan Ciamis

Tampang keduanya lusuh. Tubuh mereka juga tidak bersih. Rambut acak-acakan. Dua orang itu adalah Agus Darus (36) dan Popon Ponira (30).

Mereka warga Dusun Sukamaju Desa Budiharja Kecamatan Sindangkasih. Kakak adik itu adalah penderita gangguan jiwa. Mereka delapan bersaudara.

Dede Kartini (60), kakak kedua –dari delapan saudara itu— menjelaskan bahwa dua adiknya mengalami gangguan jiwa sejak 10 tahun ke belakang lebih.

Awal mereka mengalami gangguan jiwa, kata Dede, saat Agus membakar jimat pada malam hari. Dia saat itu disuruh dukun.

Namun, esok harinya, tepatnya siang hari, adik ke delapan di keluarga itu, Popon Ponira ”terkena”. Dia sering bicara sendiri. Lantas menyusul kakaknya Popon atau anak ke tujuh, Agus Darus. Dia ngamuk-ngamuk.

“Saya juga tidak habis pikir sampai bisa seperti ini. Malahan sekarang orang tua saya semua sudah meninggal dunia, makanya adik dirawat oleh saya bersama saudara-saudara lain,” jelasnya kepada Radar.

Untuk menyembuhkan Agus dan Popon, kata Dede, pihak keluarga sudah seringkali mengobati dua anggota keluarganya itu ke dokter dan pengobatan alternatif. Namun belum berhasil.

Kini keluarga memiliki harapan besar. Agus dan Popon dibawa berobat ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) oleh tim gabungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, anggota DPRD Yogi Permadi dan elemen lainnya.

“Saya harap bisa sembuh setelah pulang nantinya,” harapnya.

Dede menjelaskan bahwa kedua adiknya tersebut sampai saat ini belum pernah menikah, Jadi saat nanti mereka sembuh, dia berharap kedua adiknya itu menikah dengan orang yang mereka cinta hingga berumah tangga.

“Selain itu mereka punya pekerjaan dan bisa punya masa depan seperti layaknya orang biasa,” harapnya.

Anggota Komisi D DPRD Ciamis Yogi Permadi mengatakan, di Kecamatan Sindangkasih tercatat orang yang mengalami gangguan jiwa cukup tinggi ODGJ.

Bahkan, data 2019 ada satu desa sampai 50 orang lebih yang mengalami ODGJ. Namun kini secara bertahap mereka diobati ke RSJ Cisarua. Hasilnya banyak yang sembuh.

Agus dan Popon, kata Yogi, menjadi bagian dari empat ODJG asal Kecamatan Sindangkasih yang dibawa berobat ke RSJ Cisarua Bandung.

“Upaya kami melakukan ini, karena jelas harus dibantu karena mereka punya harapan sembuh dan punya masa depan juga, “ terangnya.

Yogi mengaku akan mendorong Pemkab Ciamis supaya membangun rumah singgah untuk menampung ODJG yang telah berobat dari RSJ Cisarua.

Di rumah singgah itu, mereka bisa memulihkan diri dan belajar keterampilan. Itu guna bekal mereka saat bergabung di lingkungan masyarakat.

“Jadi ODGJ ini harus ditangani serius oleh semua pihak, sehingga secara bertahap mereka bisa sembuh,” ujarnya. (*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.